
JAKARTA — Program Gerakan Sembako Murah yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas) menuai sambutan hangat dari masyarakat. Salah satunya datang dari warga Kemayoran, Ade, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa sering diadakan, karena sangat membantu kami, terutama ibu rumah tangga,” ujar Ade saat ditemui di lokasi, Sabtu (28/3/2026).
Menurut dia, paket sembako yang diterima cukup lengkap dan mampu meringankan pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Ia menyebutkan, dalam paket tersebut terdapat beras, minyak goreng, telur, gula, hingga daging ayam.
Tak hanya sembako, masyarakat juga mendapatkan berbagai barang nonpangan yang dibagikan melalui stan-stan berbeda. Namun, pembagian dilakukan secara acak sehingga warga tidak bisa memilih jenis barang yang diterima.
“Ada yang dapat tas sekolah untuk anak, ada mukena, baju koko, sampai pakaian anak seperti gamis. Bahkan sepatu juga ada. Alhamdulillah, semuanya bermanfaat,” katanya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut cukup berarti di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, khususnya setelah momen Lebaran. “Lumayan sekali, setidaknya bisa mengurangi pengeluaran kami,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto atas tingginya antusiasme masyarakat dalam perayaan Lebaran di Istana Negara beberapa waktu lalu.
“Bapak Presiden ingin agar sebanyak mungkin masyarakat dapat merasakan kebahagiaan Lebaran dalam suasana kebersamaan,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Dalam kegiatan tersebut, Istana menyediakan sekitar 100.000 kupon belanja yang masing-masing bernilai Rp500.000. Kupon ini dapat ditukarkan dengan sembako maupun berbagai kebutuhan lainnya.
Selain itu, sebanyak 300.000 porsi makanan gratis juga dibagikan kepada masyarakat. Program ini turut melibatkan sekitar 800 pelaku UMKM kaki lima di sekitar kawasan Monas, sehingga tidak hanya membantu warga, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil.
Kehadiran program ini pun dinilai menjadi salah satu bentuk intervensi langsung pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah momentum Hari Raya.9red)

