
TANGERANG, – Kota Tangerang mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Dialog Interaktif Gerakan Bersama Kelurahan Siaga TBC, yang digelar pada Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD., KEMD., Ph.D, bersama perwakilan dari enam kementerian.
Dalam acara yang berlangsung di Kota Tangerang ini, Wamenkes menyampaikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Kota Tangerang dalam upaya deteksi dini kasus Tuberkulosis (TBC). Kota Tangerang tercatat berhasil memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM) 100 persen dan menjadi salah satu daerah dengan capaian tertinggi di Indonesia.
BACAAN LAINNYA
- Meggie Hadiyanto “Turunkan” Delapan Dewi dan Srikandi di Pulau Dewata
- Rayakan 22 Tahun INFORMA dengan Beragam Promo Menarik di Arteri Pondok Indah
- Menkraf Sebut 130 Juta Tiket Bioskop Terjual pada 2025, Mayoritas Film Lokal

“Ini adalah bukti bahwa program kesehatan daerah bisa berjalan efektif. Kota Tangerang menjadi contoh nyata dengan pencapaian luar biasa dalam menemukan kasus TBC baru,” ujar Prof. Dante dalam sesi konferensi pers.
Wamenkes juga menyoroti inovasi lokal ASMARA TBC (Ayo Bersama Masyarakat Atasi TBC), sebuah program berbasis masyarakat yang dinilai berhasil mempercepat proses deteksi dini, mendampingi pasien hingga sembuh, serta meningkatkan kesadaran warga.
“Gerakan seperti ASMARA TBC sangat efektif karena langsung menyentuh masyarakat. Inisiatif ini perlu direplikasi di daerah lain,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan harus melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
“Kelurahan Siaga TBC harus menjadi garda terdepan dalam pemberantasan TBC. Masyarakat harus aktif dalam deteksi dini dan mencegah penularan,” tegas Wamenkes.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat serta dukungan lintas kementerian terhadap program kesehatan daerah. Ia menegaskan komitmen Pemkot Tangerang dalam memperkuat inovasi pelayanan kesehatan, khususnya terkait pengendalian TBC.
“Kami terus dorong penguatan Kelurahan Siaga TBC agar masyarakat lebih sadar, aktif dalam pengobatan, dan stigma terhadap penyintas TBC bisa dihapuskan,” ujar Sachrudin.
Dialog ini turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Kementerian Desa dan PDTT, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koordinator PMK, Kantor Staf Presiden, serta kader kesehatan dan masyarakat.
Diskusi berfokus pada strategi penguatan peran kelurahan sebagai ujung tombak dalam mendeteksi, menangani, dan mencegah penyebaran TBC di lingkungan warga.(lodi)

