Wonosobo, produsernews.com,- Gelaran festival balon udara tambat 2023 di Wonosobo, Jawa Tengah. Dibuka oleh Afif Nurhidayat Bupati Wonosobo, Hadir Direktur Keselamatan, Keamanan, dan Standardisasi AirNav Indonesia Bambang Rianto.

Festival balon udara adalah bagian dari warisan sejarah tradisi dari masyarakat kabupaten Wonosobo yang harus dilestarikan, setiap hari jadi kabupaten wonosobo kita adakan festival balon udara dengan cara dilepas, sekarang tidak boleh tapi bagiamana tradisi ini tetap kita laksanakan kata mereka wonosobo tidak ada balon tidak ramai, jelas Afif Nurhidayat.

Pelepasan balon udara tradisional atau tidak ditambatkan memang membahayakan keselamatan penerbangan. Pasalnya, balon udara tanpa awak dapat bertabrakan dengan pesawat udara dan mengakibatkan terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator serta rudder pesawat sehingga, mengganggu fungsi aerodinamika dan kemudi.
Selain itu, tabrakan dengan balon udara juga mengakibatkan kerusakan serius pada mesin pesawat.
Bambang menambahkan, penyelenggaraan festival balon udara tambat merupakan upaya menjaga keselamatan penerbangan.

Oleh karena hal tersebut sangat membahayakan, maka penerbangan balon udara secara liar melanggar Pasal 411 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009. Bagi pelanggar dikenakan sanksi pidana maksimal dua tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 500 juta.
(baheng)

