Diversifikasi pangan juga diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi tanpa selalu bergantung pada satu jenis bahan makanan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang Muhdorun, AP, M.M., dalam laporannya mengungkapkan bahwa pola konsumsi masyarakat masih berpusat pada beras.
Konsumsi beras tercatat mencapai 72 kilogram per kapita per tahun. Sementara itu, konsumsi umbi-umbian masih relatif rendah, yakni hanya 3,19 kilogram per kapita per tahun.
Data tersebut menunjukkan perlunya mendorong masyarakat untuk lebih mengenal dan memanfaatkan sumber pangan alternatif yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Sumber karbohidrat bisa dari pangan lokal seperti sukun, pisang, umbi-umbian, dan tepung,” kata Muhdorun.
Selain mendorong perubahan pola konsumsi, keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan juga menjadi perhatian. Masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan yang sesuai dengan kondisi lingkungan.

