
Serang — Suasana hangat terasa di lapangan UH Tennis Center, Senin malam, 4 Mei 2026. Jajaran Polda Banten duduk satu meja dengan para anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Banten. Mereka berbincang santai, membicarakan satu hal yang sama: menjaga ruang publik tetap tenang dan informasi tetap jernih.
Pertemuan itu dihadiri sejumlah tokoh daerah. Gubernur Banten Andra Soni tampak berbincang akrab dengan Kapolda Banten Hengki. Hadir pula Danrem 064/Maulana Yusuf Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, serta Ketua PWI Banten Rian Nopandra bersama para jurnalis.
Dalam suasana yang cair, Rian Nopandra menilai hubungan antara pers dan kepolisian di Banten semakin terbuka. Ia menyebut ruang komunikasi yang dibangun Polda Banten memberi peluang bagi media untuk menyajikan informasi yang lebih akurat dan berimbang.
“Sinergi ini penting agar publik mendapatkan informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga bisa dipertanggungjawabkan,” kata Rian.
Gubernur Andra Soni menambahkan, media memiliki posisi strategis dalam menjaga optimisme masyarakat. Menurut dia, kerja sama lintas sektor—antara pemerintah, aparat keamanan, dan pers—menjadi kunci stabilitas daerah.
“Informasi yang baik akan membangun kepercayaan publik. Itu penting untuk menjaga suasana tetap kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Hengki menekankan peran media sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia berharap hubungan yang sudah terjalin tidak berhenti pada forum formal, tetapi terus berlanjut dalam kerja-kerja sehari-hari.
“Media punya peran besar dalam menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat,” kata Hengki.
Malam itu, pertemuan ditutup dengan pertukaran cenderamata antara Polda Banten dan PWI—sebuah simbol sederhana dari hubungan yang ingin terus dirawat. Sejumlah peserta kemudian berfoto bersama, sebelum kembali larut dalam obrolan ringan.
Di tengah dinamika informasi yang kian cepat, pertemuan seperti ini menjadi ruang jeda—tempat aparat dan jurnalis saling mendengar, sekaligus mengingat kembali peran masing-masing dalam menjaga ketenangan publik di Banten.

