
CILEGON — Aktivitas arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Merak, Banten, mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terpantau semakin intens, terutama memasuki sore hingga malam hari, Selasa (17/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan di area pelabuhan, khususnya jalur eksekutif, mulai terlihat sejak sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi ini berbeda dibandingkan pagi hingga siang hari yang relatif lengang.
Di buffer zone atau area penampungan kendaraan sebelum naik kapal, antrean tampak lebih padat dibanding hari-hari sebelumnya. Kendaraan dari arah pintu masuk pelabuhan juga terus berdatangan secara bertahap.
Antrean bahkan kembali terjadi dalam interval waktu yang cukup dekat, yakni sekitar pukul 18.30 WIB, 19.35 WIB, hingga 20.30 WIB. Pola ini menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang lebih intens dibandingkan hari sebelumnya.
Hingga malam hari, arus kendaraan pemudik masih terus mengalir dan memenuhi area penampungan. Mayoritas kendaraan roda empat didominasi pelat nomor wilayah Jabodetabek, dengan sejumlah kendaraan membawa barang bawaan di bagian atap.
Direktur Operasional dan Transportasi ASDP, Rio Theodore Natalianto Lasse, mengatakan puncak arus mudik di Pelabuhan Merak diperkirakan mulai terjadi pada Selasa malam hingga dini hari.
“Berdasarkan data reservasi di aplikasi Ferizy, peningkatan arus mudik diprediksi terjadi mulai pukul 20.00 WIB hingga dini hari,” ujar Rio.
Ia menambahkan, lonjakan tersebut sejalan dengan tren pemesanan tiket kapal oleh para pemudik yang banyak memilih jadwal keberangkatan malam hari.
Sementara itu, berdasarkan data per 16 Maret 2026 selama 24 jam, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencapai 75.805 orang, dengan total kendaraan roda empat sebanyak 9.826 unit.
Adapun secara kumulatif sejak H-10 angkutan Lebaran, tercatat sebanyak 363.607 orang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui tiga pelabuhan tersebut.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, ASDP menerapkan percepatan layanan kapal. Kapal yang baru sandar diwajibkan segera melakukan bongkar muat guna mempercepat proses keberangkatan berikutnya.
Langkah ini diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan serta meminimalkan waktu tunggu bagi para pemudik yang hendak menyeberang ke Pulau Sumatera.(alex hine)

