
Pandeglang — Bagi warga Desa Curuglemo, Pandeglang, perjalanan melintasi Jalan Cilimusluhur–Sinar Baru telah lama menjadi ujian kesabaran. Hingga 2025, kerusakan jalan itu tetap tak tersentuh perbaikan, membuat aktivitas pelajar, pedagang, dan petani berjalan terseok namun penuh harapan.
Selama lebih dari sepuluh tahun, jalan yang menjadi nadi pergerakan ekonomi antardesa itu terus menua tanpa sentuhan perbaikan. Saat hujan turun, lubang-lubang besar berubah menjadi genangan seperti kolam, membuat warga yang melintas harus ekstra hati-hati demi keselamatan..
Warga yang ditemui mengaku sudah lama merasa letih dengan kondisi jalan itu. Tokoh masyarakat Kampung Lebak Bitung, Ustaz Jahrani, menggambarkan kerusakannya sebagai rusak berat dan jauh dari layak. Baginya, jalan tersebut bukan sekadar akses, melainkan urat nadi yang membawa warga menuju pasar, sekolah, hingga berbagai kegiatan yang menghidupi keluarga mereka.
Ia menambahkan, lambannya perbaikan jalan itu menjadi ironi tersendiri bagi warga. Di tengah penetapan APBD 2026, kebutuhan dasar seperti infrastruktur justru terasa terpinggirkan, seolah suara masyarakat belum sepenuhnya mendapat ruang dalam prioritas pembangunan.
Tak hanya kehidupan warga yang terdampak, wajah pariwisata desa pun ikut meredup. Jalan Cilimusluhur–Sinar Baru sebenarnya menjadi akses menuju destinasi alam Lewui Bumi, namun kerusakan yang kian parah membuat banyak wisatawan mengurungkan niat untuk kembali. Perlahan, potensi ekonomi yang semestinya bisa tumbuh dari kunjungan wisata pun tak pernah benar-benar berkembang..
Bagi warga Curuglemo, perbaikan jalan bukan sekadar soal infrastruktur, melainkan harapan akan kehidupan yang lebih mudah dijalani. Mereka membayangkan anak-anak bisa berangkat sekolah tanpa takut terpeleset, para pedagang bisa membawa hasil bumi tanpa harus berjibaku dengan jalan berlubang, dan wisatawan kembali hadir menghidupkan desa. Di balik kerusakan yang panjang itu, mereka menanti satu hal sederhana: kehadiran pemerintah yang benar-benar mendengar dan bertindak.(alek)



