PANDEGLANG – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat terus dilakukan. PKBM Tunas Pulosari menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) dan bahaya penyalahgunaan narkoba bagi peserta didik di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin Ketua PKBM Tunas Pulosari, Didin Rasudin, S.Pd, tersebut dihadiri unsur Forkopimcam dan tokoh masyarakat, di antaranya Kapolsek Pulosari IPTU Yofi Tri Noffa, S.E., M.M, Camat Pulosari Juhanas Waluyo, S.STP., M.Si, tokoh masyarakat H. Jumroni, serta sejumlah tokoh dan elemen masyarakat lainnya.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kesadaran peserta didik mengenai dampak negatif perundungan dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Ketua PKBM Tunas Pulosari, Didin Rasudin, mengatakan bahwa perundungan maupun narkoba merupakan ancaman serius yang harus dicegah sejak dini melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada peserta didik di lingkungan Kecamatan Pulosari bahwa perundungan dan narkoba sangat berbahaya, baik bagi pelaku maupun korbannya. Anak-anak harus terus diingatkan agar memahami dampak buruk dari kedua hal tersebut sehingga dapat menjauhinya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pulosari Juhanas Waluyo mengingatkan para peserta didik agar tidak melakukan perundungan terhadap sesama teman. Menurutnya, kasus bullying saat ini menjadi salah satu bentuk kenakalan remaja yang banyak terjadi dan dapat memberikan dampak serius terhadap kondisi psikologis korban.
“Perundungan atau bullying yang saat ini marak terjadi sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak. Karena itu, saya meminta seluruh peserta didik di Kecamatan Pulosari untuk saling menghormati, menjaga pergaulan yang sehat, dan tidak melakukan tindakan yang merugikan teman sendiri,” tegasnya.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, kegiatan ini juga mengedukasi peserta didik mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kesehatan, masa depan pendidikan, hingga berpotensi menimbulkan masalah hukum.
Perubahan zaman dan perkembangan teknologi menuntut semua pihak, mulai dari orang tua, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat, untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk kenakalan anak dan remaja. Edukasi sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam membangun karakter generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berakhlak baik.
Melalui kegiatan yang diselenggarakan PKBM Tunas Pulosari tersebut, diharapkan para peserta didik memiliki kesadaran untuk menjauhi narkoba, menghindari tindakan perundungan, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai demi terwujudnya generasi muda yang berkualitas.
(Jazuli)

