
TANGERANG – Senyum Rani (27) mengembang sore itu. Sebagai penyandang disabilitas, ia merasa akhirnya memiliki ruang resmi menyampaikan aspirasinya melalui aplikasi Laksa+.
Selama ini, Rani mengaku kerap kesulitan berkomunikasi dengan pemerintah daerah. Keluhannya sering terhenti di tengah jalan, tanpa kejelasan tindak lanjut maupun perhatian serius.
Kini, Laksa+ hadir membuka jalan baru. Aplikasi layanan publik milik Pemkot Tangerang ini dirancang khusus ramah disabilitas, memberi ruang partisipasi lebih luas bagi semua warga.
“Dengan Laksa+, saya merasa lebih diperhatikan. Tidak lagi bingung mencari jalur menyampaikan aspirasi. Pemerintah kini menyediakan pintu resmi untuk kebutuhan kami,” ujarnya.
Inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin. Ia menekankan, layanan publik harus terbuka, transparan, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Laksa+ tidak hanya teknologi. Ini cara pemerintah menyentuh warga, mendengar suara mereka, termasuk teman-teman disabilitas,” kata Sachrudin di sela peluncuran layanan, Senin (15/9/2025).
Dukungan juga datang dari Deputi Kementerian PANRB, Dr. Otok Kuswandari. Ia menyebut Laksa+ sejalan dengan semangat pemerintah pusat membangun pelayanan publik yang inklusif tanpa diskriminasi.
Bagi Rani, Laksa+ bukan sekadar aplikasi, melainkan harapan baru. Ia yakin, layanan ini dapat menjadi jembatan memperkuat kepercayaan komunitas disabilitas terhadap pemerintah.
“Harapan saya, pemerintah benar-benar menindaklanjuti setiap keluhan. Kalau Laksa+ konsisten, kami bisa lebih percaya dan merasa dihargai sebagai warga negara,” katanya penuh optimisme.
Ke depan, Pemkot Tangerang berharap Laksa+ tidak hanya memudahkan komunikasi, tetapi juga mempererat kedekatan emosional antara pemerintah dan warganya, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan.(dar)

