Pemerintah Kota Tangerang menggelar program layanan Keluarga Berencana (KB) gratis serentak di 15 puskesmas untuk memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, 10–16 September 2025.
Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan program bertajuk Gebyar Pelayanan KB ini terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Kesehatan, kecamatan, kelurahan, rumah sakit, dan puskesmas.
“Program ini menyasar ibu usia subur, terutama yang baru menikah atau memiliki anak kecil. Tujuannya memberikan akses mudah terhadap layanan KB aman, nyaman, berkualitas,” ujarnya.
Jenis kontrasepsi yang tersedia meliputi pil KB, suntik, implan, hingga IUD. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya, sehingga masyarakat bisa memanfaatkannya dengan lebih terjangkau dan merata.
Selain pemasangan kontrasepsi, tersedia pula konsultasi medis dan penyuluhan kesehatan reproduksi. Peserta mendapatkan edukasi manfaat KB serta cara merencanakan kehamilan sesuai kondisi fisik dan ekonomi keluarga.
Salah satu lokasi pelaksanaan berada di Puskesmas Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang. Warga cukup membawa KTP, fotokopi KK, dan kartu BPJS Kesehatan jika tersedia untuk pelayanan.
Dewi, peserta layanan KB di Puskesmas Tanah Tinggi, mengaku terbantu program ini. Ia memilih implan gratis sekaligus memperoleh penjelasan bidan tentang kesehatan reproduksi keluarga.
Seorang dokter Puskesmas Tanah Tinggi menjelaskan, KB bukan semata menunda kehamilan, tetapi juga menjaga kesehatan ibu serta mewujudkan keluarga lebih sejahtera melalui perencanaan yang matang.
Pemkot Tangerang menargetkan program ini menekan angka kehamilan tidak direncanakan sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga. Jadwal layanan dapat diakses melalui situs resmi pemerintah kota.
Melalui layanan KB gratis, Pemkot Tangerang menegaskan komitmen mendukung kesehatan reproduksi dan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan tumbuh kesadaran pentingnya perencanaan keluarga demi generasi sehat, berkualitas, dan sejahtera.(wenny)

