
Tangerang – Umat Hindu di Ciledug, Kota Tangerang, menggelar serangkaian upacara penyucian dan pensakralan kembali sejumlah bangunan suci di Pura Dharma Sidhi. Upacara ini menyusul selesainya pembangunan kembali Padmasana dan beberapa bangunan utama lain di area Utama Mandala, pusat kesucian pura tersebut.
Padmasana, sebagai bangunan paling disucikan umat Hindu, diyakini sebagai pelinggih atau tempat bersemayamnya Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Proses penyucian berlangsung dalam beberapa tahap, yakni Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mendem Pedagingan.
Puncak upacara Ngenteg Linggih akan digelar pada Rabu, 6 Agustus 2025, bertepatan dengan Pujawali atau peringatan hari jadi Pura Dharma Sidhi. Upacara besar ini menjadi momentum penting, mengingat terakhir kali dilakukan 35 tahun lalu, yakni pada Rabu, 11 Juli 1990, sesuai kalender Bali Wuku (Budha Kliwon Ugu).
Ketua Panitia Upacara, perwakilan dari Paguyuban Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Banjar Ciledug, menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara merupakan bentuk rasa syukur dan spiritualitas umat, sekaligus peneguhan kembali nilai-nilai keagamaan di tengah keberagaman masyarakat Ciledug.
Pura Dharma Sidhi berlokasi di Jl. Pasraman No. 28–29, Komplek Kavling P&K, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Pura ini dibangun sejak awal 1990-an dan telah mengalami lima tahap pembangunan. Padmasana sendiri dibangun pada tahun 1997, disusul oleh pembangunan Pasraman (pusat pendidikan agama Hindu) dan fasilitas pendukung lainnya.
Saat ini, terdapat sekitar 250 kepala keluarga atau sekitar 900 umat Hindu yang tinggal di Ciledug dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam SDHD Banjar Ciledug yang berdiri sejak 4 Januari 1987, dan telah hidup berdampingan secara rukun dan toleran dengan masyarakat lintas agama selama lebih dari 35 tahun.(ray)

