
Dinas Kesehatan Kota Tangerang bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan penyakit pascabanjir dengan menggelar sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan langsung ke rumah warga di wilayah terdampak.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menjelaskan bahwa banjir berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), penyakit kulit, hingga demam berdarah.
“Banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Kami ingin memastikan warga memahami risiko ini dan tahu bagaimana cara mencegahnya,” kata dr. Dini, Rabu (9/7/2025).
Petugas Dinkes turun langsung ke lingkungan warga secara door to door, menyampaikan edukasi kesehatan sekaligus melakukan pemeriksaan fisik bagi warga terdampak, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
🌧️ WASPADA PENYAKIT PASCABANJIR!
Imbauan Dinas Kesehatan Kota Tangerang
📌 Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan:
1️⃣ Bersihkan rumah secara menyeluruh
Gunakan disinfektan pada lantai, dinding, dan perabot. Buang semua sampah dan lumpur sisa banjir ke tempat sampah.
2️⃣ Waspadai air yang terkontaminasi
Hindari menggunakan air sumur atau keran sebelum dipastikan aman. Rebus air minum atau gunakan air kemasan.
3️⃣ Gunakan alas kaki saat membersihkan genangan
Lindungi kaki dengan sepatu tahan air dan tutup lubang-lubang yang bisa menjadi sarang tikus atau ular.
4️⃣ Jaga daya tahan tubuh
Konsumsi makanan bergizi dan cukup istirahat agar tubuh tidak mudah terserang penyakit.
5️⃣ Segera periksa ke puskesmas
Jika mengalami luka atau keluhan kesehatan, jangan tunda untuk memeriksakan diri.
📲 Sosialisasi Juga Dilakukan Melalui:
🔹 Puskesmas
🔹 Kader Kesehatan
🔹 Posyandu
🔹 Media Sosial
🗣️ “Masyarakat diimbau tidak menunda pengobatan pascabanjir. Deteksi dini penting untuk mencegah komplikasi.”
— dr. Dini Anggraeni, Kepala Dinkes Kota Tangerang. (daru virgo)


