Oplus_131072
lodi purnomo
Semarak bulan suci Ramadhan di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, akan semakin berwarna dengan hadirnya Gema Budaya Ramadhan dan Festival Gema Takbir. Acara yang digelar pada 8 hingga 30 Maret 2025 di Alun-Alun Ciledug ini tak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan dan melestarikan budaya lokal.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga dukungan penuh dari instansi pemerintah dan aparat keamanan, seperti DPRD Kota Tangerang, BNN Kota Tangerang, Polres Metro Tangerang, dan Kodim 0506 / Tangerang.
Menurut Kusnan, Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Ciledug (MPLC), festival ini bertujuan untuk menyatukan masyarakat dalam kebersamaan yang harmonis.
“Kami ingin seluruh elemen masyarakat, termasuk ormas dan OKP, bersatu dalam menyemarakkan Ramadhan. Ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya dan sosial,” jelasnya.
Rangkaian acara yang telah disusun juga mencerminkan keberagaman budaya dan spiritualitas Ramadhan. Mulai dari bazar kuliner Ramadhan, pelatihan melukis, baca puisi, pesantren kilat, panggung seni dan religi, hingga bukber komunitas dan santunan—semuanya menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antar warga.
Dukungan terhadap acara ini juga datang dari berbagai pihak. Lukmanul Hakim, Ketua Koordinator Acara, berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat nilai-nilai sosial masyarakat.
“Kami ingin menciptakan suasana Ramadhan yang meriah sekaligus penuh makna, di mana setiap warga bisa saling berinteraksi dan berbagi kebahagiaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Bamus Kecamatan Ciledug, H. Suhanda, menekankan pentingnya kekompakan antar ormas demi kesuksesan acara ini.
“Persatuan adalah kunci. Jika kita bisa menjaga kebersamaan, bukan hanya acara ini yang sukses, tetapi juga kehidupan sosial kita akan semakin harmonis,” ujarnya.
Festival ini tidak hanya ditujukan bagi warga Ciledug. Drs. Drianto Martono, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Banten MIO Indonesia, dengan penuh semangat mendukung terselenggaranya Gema Budaya Ramadhan dan Festival Gema Takbir: Merajut Kebersamaan dalam Harmoni Budaya.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata dalam melestarikan nilai-nilai budaya Islami serta mempererat persaudaraan di tengah keberagaman budaya masyarakat. Dengan menghadirkan nuansa Ramadhan 2025 yang penuh keberkahan serta kemeriahan takbir yang menggema, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga media untuk menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, kecintaan terhadap budaya lokal. Pungkasnya
Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi yang kuat, Gema Budaya Ramadhan dan Festival Gema Takbir diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga cerminan dari harmoni, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
- Festival B2SA Tangerang Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal, Konsumsi Umbi-umbian Masih Rendah
- Pemkot Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater, Panen Ditargetkan Januari 2027

