Peristiwa tawuran pelajar menggunakan senjata tajam dan air keras diwilayah Hukum Polres Tangerang Selatan marak terjadi, seperti yang dialami siswa MRR pelajar SMK di Ciledug Tangerang.
Aksi pelemparan air keras terhadap korban MRR (16) bermula pada Kamis (5/9/2024) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban dibonceng temannya usai sholat di sebuah masjid di kawasan Jl Jombang Raya.
Saat melintas di Jl TMP Bahagia, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, MRR dan dua temanya berpapasan dengan Geng Bahagia. “Saat itu saya langsung dihadang dan salah seorang berhodi hitam melemparkan air keras ke arah saya,” ucap MRR
MRR dan rekan nya sempat berusaha menghindari dari lemparan air keras, sehingga air keras hanya mengenai bagian tangan kanannya, hingga membakar pakaian dan seluruh lengan tubuhnya dari bahu hingga lengan dan pipinya pun kecipratan air keras. temannya yang memboncengnya pun turut kena.
“MRR dan rekannya dibantu ojek online menyelamatkan saya membawa saya langsung ke Puskemas Pondok Aren,” Karena peralatan medis Puskesmas terbatas, malam itu juga MRR langsung dirujuk ke Rumah Sakit Mulya Pinang Kota Tangerang.
Dari pantauan produsernews saat dirawat inap di RS Mulya, korban mengalami luka bakar di bagian lengan kanannya, hingga sebagian menghitam. “Bagian yang terbakar hitam ini yang sakit dan nyeri. Kalau gerak masih bisa,” ujar MRR.
Dengan laporan keluarga korban di Polsek pondok Aren, Dalam waktu 2 x 24 jam, jajaran di bawah komando Kanitreskrim Polsek Pondok Aren Iptu Junaedi, berhasil mengamankan belasan orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap korban MRR (16).
“Belasan pelaku sudah diamankan. 3 DPO,”
Menurutnya, belasan pelaku yang terdiri dari para remaja dan pelajar itu berhasil diamankan pada Sabtu (8/9/2024) malam.
Penangkapan itu setelah Kanitreskrim bersama dua penyidik melakukan jemput bola dengan melakukan pemeriksaan terhadap korban yang merupakan anak dari wartawan media online di kediamannya di Ciledug, Kota Tangerang.”Ada dua jam pemeriksaan terhadap anak saya di rumah,” ucap Ridwan yang bertugas sebagai editor di media online pada Minggu (8/9/2024).
Orang tua korban MRR juga memberikan sejumlah bukti petunjuk terkait para pelaku, di antaranya tangkapan layar akun Instagram para pelaku, voice note dan sejumlah bukti lainnya.”Sudah visum. Saat ini saya juga masih diperiksa,” ujarnya.
Dari keterangan korban, pelaku berasal dari beberapa sekolah. Di antaranya SMK Bahagia, SMK PGRI dan ada beberapa sekolah lainnya.”Informasi ini saya dapat dari beberapa teman yang mengetahui para pelaku tersebut,” ungkapnya.
Hingga saat ini kami juga belum mendapat konfirmasi dari pihak SMK Bahagia di Pondok Jaya terkait keterlibatan anak didik mereka.
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
- Festival B2SA Tangerang Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal, Konsumsi Umbi-umbian Masih Rendah
- Pemkot Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater, Panen Ditargetkan Januari 2027

daru virgo

