Tangerang, produsernews.com – Menghargai jasa sosok pahlawan nasional, Raden Ajeng (RA) Kartini, dikenal sangat berjasa dalam memperjuangkan emansipasi bagi wanita pribumi sejak masa penjajahan hingga konsisten memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender di Indonesia.
Sekolah Menengah Kejuruan SMAN 5 Tangerang Selatan memperingati Hari Kartini dan gebyar P5, Selasa (29/4/2022). Selain melakukan apel peringatan Hari Kartini, sekolah pun menggelar fashion show dengan tema “meningkatkan kualitas diri dengan semangat ibu Kartini “.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa SMA N 5 Tangerang Selatan, Puluhan siswa kelas 10 dan 11 SMA pun ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Hari Lahir sosok perempuan hebat, Raden Ajeng Kartini, 21 April lalu selalu dijadikan hari yang spesial di berbagai sekolah. sebagai sekolah kejuruan SMA Negri 5 Tangerang Selatan juga menyemarakkan Hari Lahir RA Kartini dengan menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan.
SMA N 5 Tangerang Selatan menggelar beberapa kegiatan, diantaranya adalah Lomba Peragaan Busana dan Lomba Puisi serta dimeriahkan dengan bazaar.
Lomba Peragaan Busana dengan mengunakan berbagi macam baju daerah ini merupakan acara tahunan yang di harapkan acara ini akan menjadi salah satu penanaman mengigat jasa perjuangan Kartini terhadap kaum perempuan.
Ali Nugroho selaku Waka Humas SMA Negri 5 Tangserang Selatan mengungkapkan bahwa kegiatan ini digelar dengan tujuan untuk memeriahkan dan menyemarakkan hari lahirnya salah satu perempuan hebat Indonesia,
“Seperti yang kita ketahui, RA Kartini menjadi salah satu contoh perempuan hebat yang ada di Indonesia, yang telah membawa berbagai perubahan positif”, ujarnya

Ali Nugroho selaku Waka Humas SMAN 5 Tangerang Selatan
Salah seorang siswa SMA N 5 Tangerang Selatan, lidyanti mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, Kartini adalah perempuan yang menjadi panutannya. “R.A. Kartini adalah pedoman setiap wanita untuk terus meraih pendidikan, beretika, dan berperilaku baik di kehidupan masyarakat,” tutur siswa kelas 11 tersebut.

Perayaan diawali upacara bendera di ikuti seluruh siswa-siswa SMA N 5 Tangerang Selatan

Perjalanan Hidup RA Kartini
RA Kartini adalah sosok wanita yang berjasa besar dalam memperjuangkan hak-hak dan emansipasi wanita Indonesia. Sebelum mengetahui mengapa tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini, alangkah lebih baiknya kita mengetahui sejarah perjalanan hidup RA Kartini.
Dikutip dari buku Sisi Lain Kartini, Raden Ajeng Kartini lahir 21 April 1879 dari perkawinan antara RM Sosroningrat dengan Mas Ajeng Ngasirah. RM Sosroningrat melakukan pernikahan kembali dengan Raden Ajeng Woerjan pada 1875. Poligami yang dilakukan ayah kandungnya menciptakan gejolak batin tersendiri untuk Kartini yang membekas sangat dalam.
Singkatnya, Kartini lalu dinyatakan lulus dari sekolah dasar bangsa Eropa pada awal tahun 1892. Ia berharap ayahnya yang berpikiran maju akan memberikan izin untuk melanjutkan pendidikan.
Dengan berlutut, Kartini meminta izin kepada ayahnya. Namun hanya penolakan yang didapatnya. Kartini sadar akan masa kebebasannya menikmati dunia akan segera berakhir.
Setelah lulus, Kartini harus menjalani adat Pingitan. Menjalani pingitan menjadi waktu yang dipenuhi siksaan dan kesedihan bagi Kartini. Tidak ada yang mendukung dan membela pemikirannya untuk kesejahteraan kaum perempuan. Kartini mencoba untuk menerima keadaannya tersebut, akan tetapi karakternya yang selalu menentang ketidakadilan membuatnya terus berjuang.
Pada 2 Mei 1898 RM Sosroningrat lalu memutuskan untuk membebaskan anak-anaknya dari tradisi Pingitan setelah melihat penderitaan anak-anaknya. Kartini lalu menciptakan gagasan dan cita-cita untuk memperjuangkan hak wanita.
Hal ini menarik perhatian pemerintah Hindia Belanda. Pada 8 Agustus 1900, Kabupaten Jepara pun dikunjungi oleh Direktur Departemen Pendidikan, JH Abendanon dengan tujuan menjelaskan rencana pendirian sekolah untuk gadis-gadis bangsawan.
Pertengahan Juli 1903, datang surat lamaran kepada Kartini dari utusan Bupati Rembang Raden Adipati Djojo Adiningrat. Ayah Kartini, RM Sosroningrat merasa bahagia menerima surat lamaran tersebut karena ada bangsawan kedudukan tinggi melamar anaknya. RM Sosroningrat menyerahkan surat lamaran tersebut kepada Kartini dan membebaskan anaknya untuk menentukan pilihannya.
Dengan berat hati Kartini menerima lamaran dari Raden Adipati Djojo Adiningrat. Kartini mengambil pilihan tersebut untuk memenuhi kewajiban sebagai seorang anak, meskipun harus mengorbankan keinginannya untuk sekolah. Kartini menerima suratan takdir yang ia jalani dengan sabar dan tabah.
Pernikahan Kartini dilaksanakan pada 8 November 1903 di Jepara dengan cara sederhana dan dihadiri saudara-saudara dekat kedua mempelai. Pernikahan ini tidak disertai dengan upacara mencium kaki mempelai laki-laki oleh mempelai perempuan sesuai dengan permintaan Kartini.
Tiga hari setelah menikah, Kartini pindah ke Rembang untuk memulai kehidupan baru bersama suami dan anak-anaknya. Aktivitas keseharian Kartini mulai terhambat setelah mengandung anak pertama, kesehatannya menurun sampai beberapa kali menderita sakit.
Tanggal 13 September 1904 Kartini melahirkan seorang anak laki-laki dengan sehat dan selamat. Namun tanpa sebab yang jelas, kondisi Kartini melemah dan dokter tidak bisa memulihkan kesehatannya. Hingga akhirnya Kartini wafat pada usia yang sangat muda pada 17 September 1904.
Yoga/Ardi Jurnalis Produsernews.com
Editor : davi

