Tangerang, produsernews.com – Giat Monitoring Gerakan Pangan Murah (Khusus Beras) yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan kota Tangerang, Bertempat di Kantor Kelurahan Sudimara Barat Kecamatan Ciledug Kota Tangerang, Kamis 22 Pebruari 2024.
Seperti diwilayah Tangerang lainnya kegiatan ini merupakan respon konkret dari pemerintah Kota Tangerang,melalui Dinas Ketahanan Pangan terhadap keresahan masyarakat yang secara umum terdampak dengan adanya fenomena kenaikan harga beras, yang terjadi beberapa waktu belakangan ini
Pantau jurnalis produsernews.com dilapangan, tebus murah beras 5 Kg seharga Rp 52.000 menjadi perhatian warga Kelurahan Sudimara Barat, sejak pagi hari warga sudah antri untuk mendapatkan kupon, namun ternyata jumlah beras dan jumlah warga tidak sebanding, sehingga banyak warga yang pulang dengan tangan kosong.
Salah satu Ketua RW 04 Sudimara Barat Tamut Alamsyah, sangat Kecewa karena beras murah tidak semua warga mendapatkan tebus Beras murah, dia mengharapkan seharusnya distribusi penjualan dibagi setiap RW sehingga tidak membuat kecemburuan bagi yang tidak mendapatkan beras murah” ujarnya
Suroto salah satu warga yang beruntung dapat menebus beras murah 5 Kg seharga Rp 52.000 , sangat bersyukur karena masih mendapatkan beras dengan harga murah, di pasaran beras biasa sudah Rp. 14.000 – Rp15.500 per liter kalau yang premium sudah lebih di atas Rp. 17.000/liter, katanya
Sementara itu, Mutiara (58 tahun) warga Kampung Baru merasa sedih dengan program yang dilaksanakan hari ini di wilayah kelurahan Sudimara Barat, karena tidak mendapatkan kupon sehingga tidak dapat tebus murah beras 5 Kg akhirnya pulang dengan tangan hampa berpeluhkan keringat. Menurut dia sudah antri ehh ternyata beras habis
“Program ini dilaksanakan guna mendekatkan pasokan beras dan pangan lainnya kepada masyarakat, memang secara jumlah mungkin kita tidak banyak namun kami akan melakukan dibeberapa wilayah di kota Tangerang, menurut salah satu petugas
Adapun lokasi pelaksanaan program ini diutamakan di pemukiman padat penduduk yang langsung menyasar konsumen akhir seperti rumah susun, kantor kelurahan, kantor kecamatan, kawasan industri dan lainnya,”
jokolelono

