Purworejo, produsernews.com – Presiden RI ke- 6, Susilo Bambang Yudoyono, dan ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono hadir secara virtual dalam kegiatan Haul ke – 34, Jendral TNI ( Purn ) Sarwo Edhie Wibowo, di komplek makam keluarga Jendral Sarwo Edhie Wibowo, Ngupasan, Pangenjurutengah, pada Jumat (10/11/2023) malam.

Jendral Sarwo Edhie Wibowo merupakan tokoh nasional yang berasal dari Purworejo, Jawa Tengah. Jendral Sarwo Edhi berperan dalam penumpasan G30S pada tahun 1965 – 1966 di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Jendral Sarwo Edhie lahir pada tanggal 25 Juli 1927, dan meninggal dunia pada tanggal 9 November 1989, yang kemudian dimakamkan di kampung Ngupasan, Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan/Kabupaten Purworejo.
Haul ke – 34 itu diisi dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an oleh Ahmad Ridwan Maula yang menjadi juara 2 MTQ tingkat Jateng tahun 2019 dan juara 3 ditahun 2022.
Sholawat Al Barzanji oleh group hadroh Nurul Ulum MAN Purworejo, pembacaan surat Yasin yang dipimpin oleh KH Masduki CH, pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Farid Sulaiman, dan pengajian akbar yang diisi oleh KH Chalwani Nawawi selaku pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Purworejo.

Haul juga dimeriahkan dengan lantunan sholawat oleh Group Hadroh Nurul Ulum dari MAN Purworejo Jawa Tengah
Haul itu dihadiri oleh Plt Bupati Purworejo, yang diwakili oleh Kabag Kesra Setda Purworejo, Fatturohman, putri ke-6 Sarwo Edhi Wibowo, Retno Cahyaningtyas bersama suami dan keluarga.
Wakil ketua DPRD yang juga sebagai ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Purworejo, Yophie Prabowo bersama istri, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi Demokrat.
Serta perwakilan Forkompimda, Forkompinca, para kyai, tokoh masyarakat dan ribuan jamaah dari Kelurahan Pangenjurutengah dan sekitarnya serta tamu undangan.
Juga tampak hadir secara langsung dan memberikan sambutan sebagai wakil keluarga, cucu yang juga menjadi anggota komisi X DPR RI dari Fraksi Demokrat, Bramantyo Suwondo.
SBY selaku menantu dan AHY serta Ibas sebagai cucu Jendral Sarwo Edhie Wibowo yang hadir secara virtual juga memberikan sambutan melalui video yang diputar secara bergantian.
“Agus Harimurti Yudoyono, atas nama pribadi dan keluarga besar, saya menyampaikan terima kasih kepada saudara sekalian yang telah berkenan hadir dalam acara Haul ke- 34 Jendral Sarwo Edhie Wibowo,” katanya
Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, Sarwo Edhie Wibowo adalah tokoh pejuang dan panutan bagi semua warga, tokoh dari Purworejo untuk Indonesia.
“Marilah dalam kesempatan yang baik ini kita mendoakan semoga pak Sarwo Edhie Wibowo senantiasa mendapatkan kemuliaan disisi terbaik Allah SWT. Dan semoga kita semua yang masih hidup bisa terus mengenang dan meneladani nilai- nilai yang baik serta melanjutkan semangat perjuangan beliau,” lanjutnya.
Disampaikan, setiap kali mendengar kisah tentang Sarwo Edhie Wibowo, ada tiga hal yang menurut AHY mengikat erat dalam karakter dan kepribadianya, yaitu
Pertama beliau adalah seorang yang bersih dan jujur, selalu menjaga kata dan perbuatan,
Kedua beliau adalah seorang yang pemberani, terutama dalam membela kebenaran, keadilan juga membela rakyat kecil.
Ketiga beliau adalah seorang pejuang yang tidak pernah mengenal menyerah.
Baginya kehormatan adalah diatas segala galanya oleh karena itu ia pantang pulang sebelum tugas negara selesai dijalankan.
“Semoga ketiga nilai dan karakter yang diwariskan, dapat menjadi pedoman bagi generasi penerus bangsa, dimanapun berada, dalam profesi apapun, untuk mencapai tujuan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara selanjutnya, yaitu Indonesia yang semakin maju, makmur negaranya serta semakin adil dan sejahtera rakyatnya,” harapnya.
Yophie Prabowo, mengatakan, Haul merupakan tradisi peringatan kematian seseorang yang diadakan setahun sekali dengan tujuan mendoakan ahli kubur agar semua amal ibadah yang dilakukannya diterima Allah sekaligus mengenang keteladanan semasa hidup dari tokoh yang diperingati tersebut.
“Jadi memang pak Sarwo Edhie terkenal sebagai pendekar dari kali Bogowonto, karena sering bermain disitu.
Masa kecilnya bersama teman- temannya bermain baris- berbaris, mengajari perang perangan, dan itu dulu sering diceritakan sama Eyang saya.
Beliau sering bermain dipinggir sungai Bogowonto, dan beliau karena dari kecil jiwanya sudah seperti militer, semangat sekali untuk menjadi tentara dan alhamdulillah cita- cita beliau tercapai,” kisahnya.
Menurutnya, Sarwo Edhie Wibowo merupakan sosok yang sangat sederhana, jujur, apa adanya, dan memiliki semangat berjuang dengan cita- cita untuk berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara.
“Jadi beliau selalu berharap supaya anak turunnya bisa lebih bagus hidupnya, bisa lebih sejahtera, dan masyarakat Indonesia juga bisa semakin sejahtera.
Keinginan beliau dari dulu supaya Indonesia itu semakin lama semakin maju, dan masyarakat bisa semakin sejahtera dan bahagia,” lanjutnya.
“Kalau Pak Kyai Chalwani itu kita hadirkan karena beliau punya sejarah, dulu orang tuanya pak Kyai Nawawi itu sangat dekat dengan almarhum Jendral Sarwo Edhie.
Karena waktu meletusnya gerakan G30S PKI, ayahanda pak Kyai Chalwani sempat akan diculik oleh PKI, dan alhamdulillah dengan datangnya rombongan pak Sarwo Edhi dari RPKAD dari Jakarta, semua bisa terselamatkan,” pungkasnya.
feri santoro jurnalis produser news

