Wonosobo, produsernews.com – Kisah Mbah Fanani masih menarik untuk dibicarakan, saat jurnalis produser news mengunjungi Mbah Fanani di Dieng Banjarnegara. Kami sempat melihat dan bertanya kepada warga setempat, tentang keseharian dan aktifitas nya.
Pria tua yang tinggal di tenda kecil di depan rumah salah satu warga di Dataran Tinggi Dieng ini di perkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun.
Mbah Fanani dikenal sebagai seorang petapa Dieng yang telah berada dalam tenda kecilnya selama 24 tahun. Didalam tenda nya hanya ada Tikar, bantal dan sarung yang melekat di tubuh rentan nya untuk menahan udara dingin Dieng.

Pegunungan Dieng Wonosobo Jawa Tengah
Menurut ibu halim salah satu yang mengurusnya, Mbah Fanani enggan bicara dan hanya menggunakan isyarat untuk meminta tolong atau melakukan suatu hal. Mbah Fanani sudah menetap hampir 24 tahun, jelas ibu Halim
Mbah Fanani dulu tinggal nya di tanjakan arah gunung Dieng yang jauh dari penduduk, Lalu pindah turun lagi ke perkampungan dan pindah di pertigaan,” terang mas Supri.

jurnalis produsernews feri santoro
“Mbah Fanani ini adalah seorang pertapa asal Jawa Barat dalam perjalanannya menetap di Dieng, pernah sampai dijemput keluarganya pun, tidak mau kembali pulang.
Mbah Fanani barusan mengeluarkan suara memilih tempat ini karena memang dari leluhur di sini, bertapa di gunung Dieng, ” sambungnya.

Kediaman Mbah Fanani Dieng
Menurut warga sekitar, pria yang memiliki rambut panjang 7,5 meter yang ber usia 147 tahun lebih ini sudah dianggap sebagai salah satu warganya lantaran telah menetap selama 24 tahun.
“Kalau ini sudah diterima sama warga sini, sudah jadi warga sini lah itungnya, keluarganya kadang datang sekedar menengok Mbah Fanani, katanya dibujuk untuk pulang dan dipindahkan , katanya tidak mau,” ucap mas Supri warga setempat .

Mbah Fanani Dieng Wonosobo feri santoro
Akan tetapi, banyak yang menganggap bahwa beliau bukan manusia biasa. Bagaimana tidak, beliau menurut penuturan atau cerita masyarakat sekitar tidak pernah diketahui makan, minum, buang air maupun tidur, setiap kali ada pengunjung di saat apapun baik siang maupun malam Mbah fanani selalu terjaga.
Dan produser news masuk kedalam tenda jumpa Mbah Fanani Aroma dalam tenda Wangi dan beliau menatap saya dgn pandangan yang tajam saya diminta taruh air mineral yang sudah saya siapkan dgn bahasa isyarat beliau minta taruh di depan nya.
Allah telah menganugerahinya ilmu yang tidak semua orang mengerti, beliau bagi orang awam dianggap gila karena berambut panjang, berpakaian sehelai sarung dan tak pernah mandi.
Namun, menurut Maulana Habib Luthfi beliau ini termasuk min auliya illah, Siapa yang singgah di Wonosobo atau Dieng sempatkan berkunjung bertemu dengan Mbah Fanani meski pertemuan itu sekadar isyarat.
Minta berkah doa dari beliau karena beliau sudah fana’ (lebur) dengan Allah, tidak terusik dengan hiruk-pikuk urusan duniawi. Wallahu a’lam.
Liputan : Fery Santoro Banjarnegara – Wonosobo

