Jakarta, produsernews.com – Agus Diah memulai debut kariernya sebagai penyiar radio dimulai tahun 1986 di Radio Swasta radio Amigos 1080 khz dijalan perdana 1/10 jkt selatan 12270 Petukangan, mulai menjadi kolektor kaset sampai terkumpul 2500 buah sedang CD 150 keping.

Di radio ini ia berkarier sebagai penyiar, voice over, hingga hijrah ke radio Pesona FM 103.7 Mhz tahun 1988, dimulai dari penyiar radio yang selalu bergelut dengan kaset pita, awalnya hobby koleksi kaset itu untuk diri sendiri, kok banyak yang minta rekamin lagu-lagu akhirnya gua komersilin aja sekalian, kata Agus saat ditemui dirumahnya Apron Kemayoran, Minggu, 28/1/24
Kaset pita telah bertransformasi menjadi barang langka, Alat pemutarnya juga jarang ditemukan di pasaran. Awal mengoleksi hanya punya 5 kaset pita tahun 1986, untuk diputar di studi radio swasta tempat bekerja, bila ada lagu-lagu baru biasanya saya duplikat untuk koleksi saja awalnya, tapi malah jadi sumber rejeki banyak yang minat dibuatkan, jelasnya

Fota : Tahun 1986 di Radio Swasta radio Amigos 1080 khz dijalan perdana 1/10 jkt selatan 12270 Petukangan
Mungkin bagi yang lahir di era 1970 -1990 pasti tidak asing dengan kaset atau compact cassette. Yakni media penyimpan data yang umumnya berupa lagu atau suara. Seiring perkembangan zaman, pita kaset lambat laun mulai tergantikan oleh musik berformat digital seperti MP3. Sebelumnya kaset juga sempat nyaris tergeser karena kehadiran compact disc (CD) yang kualitas suaranya lebih bagus.
”Saya sejak 90an mulai suka kaset, ya karena dulu trennya kaset. Lagu-lagu pakai kaset,” kata warga Apron Kemayoran Jakarta Pusat ini, dan sempat ikut memperbanyak [bajak kaset] sedikit tersenyum mengenang masa itu
Koleksi kaset pita Agus tidak banyak seperti kolektor lainnya. Karena alasan untuk mengkoleksi bukan untuk mencari keuntungan. Melainkan karena ingin mengarsipkan sejarah. Setidaknya Agus yang akrab dipanggil NICKO RAMA ini mempunyai lebih dari 2500 kaset dan 150 keping CD
”Saya suka sejarah, termasuk benda-benda yang saya anggap nantinya akan hilang. Seperti kaset pita ini, radio dan alat komunikasi jadul, Terbukti saat ini kaset pita mulai langka. Awalnya ada CD, lalu mulai semakin tergerus oleh produk-produk digital,” katanya.
Diakui, kaset pita mulai ditinggalkan saat memasuki milenial baru 2000 an. Penikmat musik mulai beralih menggunakan data digital untuk menikmati musik yang bisa diunduh melalui internet atau hanya sekadar didengarkan di internet. Saat ini, penikmat musik mulai tidak beli kaset bahkan CD.
”Sekarang mau mendengarkan lagu-lagu jadul, lagu-lagu apa saja di internet ada,” katanya. Sekalian menyeruput kopi yang sudah dingin, dengan senyum kasnya, kata bung Bang Agus Diah biasa orang memanggil Nico Rama
Koleksi Nicko juga tergolong unik. Bukan lagu-lagu populer, dimasanya saja yang ada melainkan saat menjadi pembawa program di salah satu radio swasta di Jakarta,intrumen-instrumen music, lagu-lagu daerah, lagu-lagu perjuangan, drama radio dan gending-gending Jawa, ”Ya koleksi band juga ada seperti Padi dan lainnya, grup band luar negeri juga ada,” katanya.
Karena sudah tidak keurus lagi kaset-kaset itu sebagian pada hilang akhirnya ada yang sempat di jual kejalan surabaya karena kalah dengan kebutuhan tapi sekarang kembali ingin bernostalgia beli kaset dipasar-pasar loak poncol untuk menambah koleksinya.
Dari seluruh koleksinya, yang paling berkesan adalah kaset Panbers karena di sampul nya di tanda tangani langsung oleh penyanyi nya. Ini suatu kebanggaan tersendiri sloronya, menutup obrolan menjelang sholat Zuhur.
jokolelono

