Dwiki Ramadhani, Zulhas mengajak masyarakat terutama para kader dan simpatisan untuk mencoblos PAN dan capres/cawapres Prabowo-Gibran pada gelaran Pemilu 14 Februari mendatang.
Tangerang, produsernews.com – Zulkifli Hasan (Zulhas) Ketum Partai Amanat Nasional terjun langsung menyapa ratusan warga di Kampung Dukuh, Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, saat masuki masa kampanye terbuka untuk Dapil Banten III
Setibanya di lokasi, Zulhas didampingi Ketua DPD PAN Kota Tangerang yang juga calon legislatif (caleg) DPR-RI dapil Banten III, Muhammad Dwiki Ramadhani dan caleg-caleg PAN lainnya langsung menyapa masyarakat yang sejak pagi hari menanti kedatangannya.
Warga Ciledug, Larangan dan Karang Tengah yang mayoritas kaum emak-emak itu nampak mengenakan atribut PAN untuk menyambut Zulhas. Jingel PAN diputar dengan sound system dan diikuti emak-emak menyanyikan mengiringi kedatangan Zulhas menambah semarak suasana meski matahari menyengat..
Di panggung utama, Dwiki Ramadhani, Zulhas mengajak masyarakat terutama para kader dan simpatisan untuk mencoblos PAN dan capres/cawapres Prabowo-Gibran pada gelaran Pemilu 14 Februari mendatang.
Ia juga menyerukan seluruh kader dan pendukungnya untuk tidak menghina dan mencela kandidat (capres) dan partai lainnya. Menurut Zulhas, pemilu harus disambut dengan riang gembira tanpa saling mencela satu dengan yang lain meski berbeda pilihan.
“Kita saling menghormati, kita bersaudara yuk kita mengajak pemilu itu gembira. Makanya kalau PAN itu kan nyanyi terus, PAN PAN PAN. Kita tidak mau bermusuhan karena kita bersaudara keluarga besar NKRI,” ucap Zulhas.
“PAN nomor 12 di coblos, Prabowo-Gibran di coblos, Dwiki coblos,”
Selain itu, dirinya juga tak lupa memperkenalkan satu persatu calon legislatif (caleg) dari PAN yang akan bertarung di DPR-RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Tangerang pada Pemilu 2024.
Senada, Caleg DPR-RI Dwiki Ramadhani juga mengajak kader dan pendukungnya untuk mengedepankan politik yang beretika nan gembira, tak saling cela walau berbeda pilihan.
“PAN tidak memecah belah, dan tidak bermusuhan. Jadi kalau memang masyarakat sudah ada pilihan, PAN tidak memaksakan untuk memilih caleg dari PAN,” tukasnya.
jokolelono

