
JAKARTA, — Sejumlah ambulans tampak hilir mudik di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam, menyusul insiden tabrakan kereta api yang melibatkan KA jarak jauh dan KRL Commuter Line.(27/04/2026)
Berdasarkan pantauan di lokasi, lebih dari belasan ambulans dari berbagai unsur, mulai dari relawan, Dinas Kesehatan, hingga rumah sakit di Kota Bekasi, dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Kendaraan medis tersebut secara bergantian memasuki area stasiun dan langsung bersiaga di halaman depan.
Setibanya di lokasi, petugas segera memindahkan korban dari peron menuju ambulans untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Proses evakuasi berlangsung cepat dengan pengawalan petugas di lapangan.
Sejumlah korban terlihat menunggu kedatangan ambulans. Dalam penanganan awal, satu ambulans umumnya mengangkut satu korban guna memastikan penanganan lebih optimal selama perjalanan.
Meski tidak tampak luka berat secara kasat mata pada sebagian korban, banyak di antaranya berada dalam kondisi syok pascakejadian. Petugas medis terus melakukan pemeriksaan awal sebelum korban diberangkatkan ke fasilitas kesehatan.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas gabungan terus mengangkut korban dari area peron menuju titik penjemputan ambulans di halaman stasiun.
Sebelumnya, insiden tabrakan kereta dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.55 WIB. Peristiwa tersebut melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dengan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait jumlah korban maupun penyebab pasti kecelakaan. Otoritas terkait masih melakukan penanganan di lokasi kejadian.(red)

