
TANGERANG SELATAN – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melelang 181 kendaraan dinas dan memperoleh pendapatan sekitar Rp18 miliar. Lelang dilakukan sebagai bagian dari penataan serta optimalisasi aset daerah.
Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangerang Selatan, Sugeng Rahadi, mengatakan kendaraan yang dijual merupakan unit berusia lebih dari 10 tahun. Sebagian bahkan telah digunakan hingga 15 tahun.
“Total ada sekitar 181 unit kendaraan yang dilelang secara terbuka untuk umum. Dari proses tersebut, pendapatan yang diperoleh kurang lebih mencapai Rp18 miliar,” kata Sugeng di kantornya, Senin, 27 April 2026.
Menurut Sugeng, kendaraan-kendaraan itu dilepas karena biaya pemeliharaannya dinilai tidak lagi efisien. Semakin tua usia kendaraan, anggaran perawatan justru semakin besar.
“Kalau kendaraan sudah terlalu tua, biaya perawatannya semakin besar. Daripada membebani anggaran, lebih baik kita lelangkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penataan aset dilakukan dengan menghitung kebutuhan riil kendaraan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Kendaraan yang jumlahnya berlebih atau tidak lagi sesuai kebutuhan operasional ditarik untuk kemudian dilelang.
“Setiap OPD kita hitung kebutuhannya. Kalau ada kelebihan, kita tarik. Termasuk kendaraan yang kondisinya sudah tidak layak,” kata dia.
Sugeng menyebut lelang tersebut mendapat respons tinggi dari masyarakat. Seluruh kendaraan yang ditawarkan habis terjual, termasuk ambulans yang sebelumnya diperkirakan kurang diminati peserta lelang.
Ia mencontohkan, salah satu kendaraan dengan harga limit Rp15 juta sempat naik hingga Rp70 juta saat proses penawaran. Setelah lelang ulang, unit itu akhirnya terjual Rp80 juta.
BKAD Tangerang Selatan berencana kembali menggelar lelang kendaraan dinas pada 2026. Tahap awal akan difokuskan pada kendaraan roda empat, sedangkan kendaraan roda dua akan dijual secara satuan atau paket menyesuaikan minat pasar.
Menurut Sugeng, kebijakan tersebut tidak hanya menambah pendapatan daerah, tetapi juga mendorong tata kelola aset yang lebih tertib, efisien, dan transpara.(yoga)

