
JAKARTA — Industri perfilman Indonesia mencatat kinerja menggembirakan sepanjang 2025. Sebanyak sekitar 130 juta tiket bioskop terjual, dengan 60 persen di antaranya merupakan film produksi dalam negeri.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap film nasional sekaligus menjadi peluang untuk mendorong kualitas industri semakin meningkat.
Hal itu disampaikan Riefky saat menghadiri pemutaran film Pelangi di Mars bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Plaza Senayan, Kamis (2/4/2026).
“Pertumbuhan film Indonesia sangat pesat. Dari total 130 juta tiket yang terjual tahun lalu, sekitar 60 persen merupakan penonton film nasional,” kata Riefky.
Ia menjelaskan, kemajuan industri film tidak hanya terlihat dari jumlah penonton, tetapi juga dari pemanfaatan teknologi dalam proses produksi. Salah satunya terlihat dalam film Pelangi di Mars yang menggunakan teknologi Advanced Unreal Engine untuk menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif.
“Teknologi ini membuat penonton seakan berada langsung di dalam cerita, seperti menjelajahi luar angkasa hingga planet Mars,” ujarnya.
Riefky juga menyoroti skala produksi film tersebut yang melibatkan ratusan tenaga kreatif, mulai dari sekitar 300 animator hingga 500 kru, dengan waktu pengerjaan mencapai lima tahun.
Menurut dia, tren positif ini masih berlanjut pada 2026. Hingga awal tahun, jumlah penonton telah mendekati 15 juta tiket, dengan sekitar setengahnya berasal dari enam film nasional yang tayang saat libur Lebaran, termasuk Pelangi di Mars.
“Antusiasme penonton terus ada. Permintaan dan pasokan juga berjalan, tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan keberlanjutannya,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut Riefky, akan terus memperkuat ekosistem industri kreatif melalui berbagai dukungan, seperti membuka akses pasar, pendanaan, hingga skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memajukan film Indonesia agar mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global.

