
KOTA TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menegaskan keseriusannya dalam mendukung Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (Galang RTHB) sebagai strategi penting untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat di wilayah perkotaan.
Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono, ketika menghadiri kegiatan Town Hall Meeting dan Pencanangan Galang RTHB yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia.
Acara yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra/IPK) Agus Harimurti Yudhoyono tersebut menjadi momen strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan ruang terbuka berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Maryono menegaskan, pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) bukan sekadar menghadirkan taman kota, melainkan merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan, produktivitas, dan ketahanan sosial masyarakat. Ia menambahkan, upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam menciptakan kota yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berdaya saing di masa depan.
“Ruang terbuka publik memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai area rekreasi, melainkan juga wadah interaksi sosial, pembelajaran lingkungan, serta penguatan ekonomi warga. Oleh sebab itu, Pemerintah Kota Tangerang menjadikan pengembangan RTHB sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan kota,” ujarnya saat berada di Tebet Eco Park, Jumat (13/02/2026).
Dalam forum yang dihadiri perwakilan kementerian serta kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia itu, Maryono turut memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dilakukan Pemkot Tangerang untuk mendukung program Galang RTHB. Ia menyampaikan, hingga kini pemerintah kota telah membangun lima alun-alun serta 49 Griya Kita Bersama yang dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Tak hanya itu, konsep ruang hijau juga diintegrasikan dengan penguatan ketahanan pangan perkotaan melalui pemberdayaan 125 Kelompok Wanita Tani (KWT) yang tersebar di seluruh wilayah Kota Tangerang. Upaya ini sekaligus mendorong kemandirian pangan keluarga, memperkuat ekonomi lokal, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan ruang terbuka secara produktif dan berkelanjutan.
Untuk mendukung aspek ruang biru sekaligus meningkatkan kualitas udara, Pemkot Tangerang juga secara konsisten menerapkan program Hari Bebas Kendaraan Bermotor bagi seluruh ASN setiap hari Jumat sebagai langkah konkret menekan emisi, membentuk Satgas Langit Biru, serta menghadirkan berbagai inisiatif lain yang berorientasi pada pengendalian polusi dan pelestarian lingkungan.
Maryono berharap, berbagai langkah tersebut mampu memberikan dampak nyata dalam mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
“Upaya-upaya ini kami harapkan mampu menghadirkan ruang hidup yang lebih berkualitas, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan lingkungan bagi masyarakat Kota Tangerang,” tutupnya. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar seluruh program tersebut dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.(ismail)

