Yayasan Cahaya Nurani Insani dan PT. Saraswati Prawira Sejahtera menggelar acara Khitanan Massal yang diikuti 100 anak dan memberikan 50 paket santunan Dhuafa di Pasar Saraswati, Jl HOS Cokroaminoto, Ciledug Kota Tangerang, Kamis, (29/8/2024).
Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian sesama terhadap masyarakat yang membutuhkan, Ketua Yayasan Cahaya Nurani Insani, Iim Ibrahim, mengatakan, kegiatan khitanan massal dan santunan dhuafa ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan kepedulian YCNI terhadap sesama, terutama mereka yang kurang beruntung.

“Kaum dhuafa adalah orang yang hidup dalam kondisi miskin atau sangat membutuhkan bantuan, Mereka dapat berada dalam berbagai situasi seperti korban bencana alam, orang yang sakit parah, anak yatim piatu, dan orang tua yang tidak memiliki keluarga. Kondisi mereka yang memprihatinkan memerlukan perhatian dan tindakan dari masyarakat untuk memberikan bantuan.,” jelas Iim Ibrahim.
Melalui khitanan massal dan santunan dhuafa ini pula, imbuh Iim, Yayasan berupaya membangun masyarakat Indonesia yang lebih peduli terhadap sesama. Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat memperkuat fondasi Indonesia yang lebih solid, maju, dan sejahtera.
“Khitanan massal dan santunan ini merupakan bentuk pelaksanaan ajaran Islam yang selalu menganjurkan kita untuk berbagi dan membantu sesama,” jelasnya.
Sementara Koordinator Acara Eri Hidayat, menuturkan, melalui kegiatan ini setiap anak mendapatkan layanan kesehatan gratis, uang saku, baju koko, peci dan paket bingkisan.
Eri Hidayat menyebut, kegiatan ini memiliki tiga tujuan. Pertama, meningkatkan kepedulian sosial. Acara ini dimaksudkan untuk menunjukkan kepedulian sosial terhadap anak-anak yang kurang mampu.
Kedua, memfasilitasi kewajiban agama dan memberikan sedikit kebahagiaan. Disebutkan, khitan merupakan kewajiban syariat bagi tiap Muslim laki-laki. Dengan menggelar khitanan massal dan santunan yatim dan dhuafa, lanjutnya.
Yayasan Cahaya Nurani Insani berupaya membantu umat Islam menjalankan kewajiban agama tersebut dan meringankan sedikit beban mereka.
Ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat kita mengenai pentingnya khitan dari segi kesehatan dan agama, serta memberikan santunan kepada yang membutuhkan.”Khitan juga punya manfaat kesehatan yang signifikan seperti mengurangi risiko infeksi,” ungkapnya.
“Adapun terkait santunan dhuafa, Agama Islam selalu menganjurkan kita untuk berbagi dan membantu sesama,” lanjutnya.
Orang tua peserta khitanan massal dari Sudimara Barat Ciledug, Tangerang, Lunadi Kurniawan, mengaku senang dan berterima kasih kepada Yayasan Cahaya Nurani Insani karena telah mengadakan Khitanan Massal.
Dengan mengikuti kegiatan ini, ia merasa lega karena sudah menjalankan kewajibannya untuk mengkhitan anaknya. “Harapan saya, program ini terus dijalankan supaya anak-anak lebih cepat dikhitan dan bisa bertanggung jawab lagi untuk masalah keagamaannya,” katanya.
Muhammad Yasin, bapak dari salah seorang peserta khitanan massal, mengaku puas dengan layanan yang diberikan oleh panitia Khitanan Massal. Ia berharap, Khitanan Massal menjadi program andalan dan tahunan.
“Semoga proses khitanan massal berjalan dengan baik,” ucap Yasin, yang berasal dari Parung Serab Ciledug Tangerang.
Kegiatan ini juga didukung oleh Yayasan Cahaya Nurani Insani, PT. Saraswati Pariwara, BTN, BSI, PT.KISP dan Aling
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
- Festival B2SA Tangerang Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal, Konsumsi Umbi-umbian Masih Rendah
- Pemkot Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater, Panen Ditargetkan Januari 2027

daru virgo santoso

