
TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyiapkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp1,8 juta per siswa bagi calon peserta didik yang tidak lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP negeri dan melanjutkan pendidikan ke SMP swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahjo, mengatakan program tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan meski daya tampung SMP negeri terbatas.
Menurutnya, bantuan diberikan kepada siswa yang bersekolah di SMP swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel. Nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,8 juta untuk setiap peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, menjelaskan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi siswa yang tidak diterima di SMP negeri dan memilih melanjutkan pendidikan di sekolah swasta yang telah ditetapkan pemerintah.
Pada tahun ini, bantuan pendidikan akan menjangkau siswa di 94 SMP swasta yang tersebar di wilayah Kota Tangerang Selatan. Program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan orang tua sekaligus mendukung pelaksanaan program wajib belajar.
Untuk memperoleh bantuan, calon penerima harus berstatus warga Kota Tangerang Selatan yang dibuktikan dengan kartu keluarga atau kartu identitas anak, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), memiliki rekening bank atas nama siswa, bersekolah di SMP swasta yang berada di wilayah Tangsel, serta melampirkan bukti pendaftaran SPMB SMP negeri tahun berjalan.
Proses penyaluran bantuan diawali dengan usulan dari pihak sekolah. Selanjutnya, Dikbud Tangsel melakukan verifikasi terhadap calon penerima sebelum menetapkan daftar penerima melalui keputusan kepala dinas.
Pemkot Tangsel menilai program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak usia sekolah sekaligus memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah akibat keterbatasan akses maupun biaya pendidikan.(yoga)

