
TANGERANG SELATAN – Gubernur Banten, Andra Soni, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Kota Tangerang Selatan pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekolah gratis di sekolah swasta sekaligus memastikan kesiapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA Negeri.
Kunjungan diawali di SMK Nusantara Plus Pisangan, dilanjutkan ke SMA PGRI Ciputat, dan berakhir di SMAN 1 Kota Tangerang Selatan.
Dalam agenda tersebut, Andra Soni didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Hadir pula Wali Kota Benyamin Davnie, Wakil Ketua DPRD Tangsel Maria Teresa Suardja, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel Deden Deni, serta sejumlah pejabat lainnya.
Di sela-sela kunjungan, Gubernur berdialog dengan calon peserta didik dan orang tua yang sedang mengikuti proses pendaftaran sekolah. Ia menegaskan bahwa program sekolah gratis yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Banten akan terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya.
Menurut Andra Soni, pada tahun ini program tersebut tidak hanya menyasar SMA dan SMK, tetapi juga akan mencakup Madrasah Aliyah (MA) guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa tahapan pra-SPMB untuk SMA Negeri telah selesai dan proses pendaftaran resmi akan segera dibuka secara daring.
“Program sekolah gratis tetap berjalan dan tahun ini diperluas hingga Madrasah Aliyah. Sementara untuk SPMB, tahapan pra-pendaftaran telah selesai dan selanjutnya akan memasuki proses pendaftaran online,” ujarnya.
Sementara itu, Benyamin Davnie menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur memiliki dua fokus utama, yakni memantau pelaksanaan SPMB serta meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa SMA.
Ia menilai kedua program tersebut berjalan baik di Tangerang Selatan dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pendidikan daerah. Saat ini, rata-rata lama sekolah masyarakat Tangsel mencapai 12,6 tahun, sedangkan harapan lama sekolah berada pada angka 14,5 tahun.
Menurut Benyamin, kebijakan sekolah gratis memberikan alternatif bagi siswa yang belum berhasil diterima di sekolah negeri. Mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta terdekat dengan dukungan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.
“Peserta didik yang tidak tertampung di sekolah negeri masih memiliki kesempatan bersekolah di lembaga swasta dengan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah provinsi,” jelasnya.
Selain program dari Pemprov Banten untuk tingkat SMA, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga telah menjalankan bantuan pendidikan bagi siswa SMP swasta sejak 2022. Setiap tahun, sekitar 5.000 siswa menerima bantuan tersebut.
Nilai bantuan yang diberikan saat ini mencapai sekitar Rp1,8 juta per siswa dan dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan, termasuk pembelian seragam dan perlengkapan sekolah.
Benyamin menegaskan bahwa program tersebut dirancang agar mudah diakses, khususnya oleh keluarga kurang mampu. Pemerintah berharap masyarakat semakin terbuka terhadap pilihan pendidikan di sekolah swasta karena biaya pendidikan telah mendapat dukungan dari pemerintah.
Di sisi lain, Kepala SMAN 1 Kota Tangerang Selatan, Lina Nurlina, menyambut baik kunjungan Gubernur Banten. Ia menilai kehadiran Gubernur menjadi bukti bahwa program MBG dan sekolah gratis terus mendapat perhatian serta berjalan sesuai harapan.
Menurut Lina, program sekolah gratis dapat membantu mengurangi jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Dengan adanya dukungan pemerintah, siswa masih memiliki kesempatan untuk bersekolah di lembaga swasta tanpa terbebani biaya pendidikan yang tinggi.
Untuk tahun ajaran baru, SMAN 1 Kota Tangerang Selatan menargetkan pembukaan delapan rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 288 siswa.
Kunjungan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Banten dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Tangerang Selatan.(entong)

