
Tangerang – Sebuah gerakan kolaboratif yang menyentuh hati publik tengah menjadi sorotan. Program Sahabat Sekolah Setia Bhakti yang digagas oleh Sekolah Setia Bhakti bersama Perkumpulan Boen Tek Bio dan organisasi Khonghucu se-Tangerang Raya, kini viral sebagai simbol nyata sinergi pendidikan dan kepedulian sosial.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, hadirnya program ini menjadi angin segar bagi masyarakat. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas akademik, kerja sama ini juga membawa misi besar: memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan layak tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Ketua Perkumpulan Boen Tek Bio Kota Tangerang Banten, Romo Ruby Santamoko, menegaskan bahwa program ini lahir dari panggilan kemanusiaan yang mendalam.
“Ini bukan sekadar program kerja sama biasa. Ini adalah gerakan moral dan sosial. Kami ingin hadir sebagai bagian dari solusi, memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi,” tegasnya dalam pernyataan yang mengundang simpati luas.
Program ini mengusung konsep kolaborasi aktif, di mana organisasi Khonghucu berperan sebagai jembatan informasi pendidikan kepada masyarakat. Melalui peran “Sahabat Sekolah Setia Bhakti”, individu maupun lembaga diajak turut ambil bagian dalam menyebarkan informasi serta membantu keluarga menemukan akses pendidikan terbaik bagi anak-anak mereka.
Tak hanya itu, aspek kemanusiaan menjadi kekuatan utama program ini. Melalui Program Anak Asuh, bantuan beasiswa hingga bantuan sosial umum, banyak keluarga kini merasakan langsung dampak positifnya. Bantuan tersebut dinilai mampu meringankan beban ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan pendidikan anak.
“Pendidikan adalah hak dasar. Ketika kita mampu membantu satu anak untuk tetap sekolah, maka kita sedang menyelamatkan satu masa depan,” lanjut Romo Ruby dengan penuh penekanan.
Menariknya, program ini juga menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi. Berbagai pelatihan seperti bahasa Mandarin, literasi digital, hingga penguatan soft skills menjadi bagian penting untuk menciptakan komunitas yang adaptif dan profesional di era modern.
Kini, Sekolah Setia Bhakti tidak hanya dikenal sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang inklusif. Program ini pun menuai banyak apresiasi dan disebut-sebut sebagai model kolaborasi ideal antara dunia pendidikan dan komunitas keagamaan.
Fenomena viral ini membuktikan bahwa ketika kepedulian dan pendidikan berjalan beriringan, maka harapan besar bagi generasi muda bukan lagi sekadar mimpi, melainkan kenyataan yang sedang dibangun bersama.(ismail)

