
Tangerang Selatan — Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie berencana mengevaluasi pelaksanaan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah kota. Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran, khususnya untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).
“Perjalanan dinas juga akan kami evaluasi ke depan sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, langkah tersebut tidak semata-mata dipicu oleh potensi kenaikan harga BBM. Pemerintah kota, kata dia, justru mengantisipasi kemungkinan penurunan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah.
“Yang saya antisipasi bukan soal lonjakan harga minyaknya, tetapi kalau suatu saat terjadi pengurangan terhadap dana transfer ke daerah, ini sudah bisa kita antisipasi dari sisi pelaksanaan kegiatan, apa yang harus kita desain,” tandasnya.
Sedangkan, terkait Work from Home (WFH) satu hari dalam sepekan yang merupakan kebijakan pemerintah pusat sebagai langkah efisiensi BBM, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel masih menunggu petunjuk teknisnya.
Benyamin Davnie mengatakan, hingga kini pemerintah daerah belum menerima aturan resmi mengenai rencana tersebut. Karena itu, Pemkot Tangsel belum bisa menentukan skema pelaksanaannya.
“Walaupun belum ada petunjuk teknisnya. Dari enam hari kerja ini katanya mau WFH lagi satu hari,” ujar Benyamin di Puspemkot Tangsel, Senin (30/3).
Menurutnya, berdasarkan penjelasan pemerintah pusat, arah kebijakan tersebut kemungkinan mengarah pada pola kerja satu hari WFH atau Work from Anywhere (WFA) dalam sepekan. “Iya, nanti satu arahnya kelihatannya satu hari Work from Home, Work from Anywhere,” katanya.
Namun demikian, Benyamin menegaskan, pihaknya belum menentukan hari pelaksanaan kebijakan tersebut apabila nantinya diterapkan di daerah. “Saya nanti belum tentu memilih apakah hari Jumat, apakah hari Senin, atau hari apa. Kira-kira seperti itu kalau melihat penjelasan dari Pak Menko,” jelasnya.
Sambil menunggu kepastian kebijakan dari pemerintah pusat, Benyamin mulai mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk lebih memperhatikan efisiensi penggunaan energi di kantor.
Ia juga mengimbau agar penggunaan listrik, air, gas, serta kebutuhan operasional lainnya dapat dikelola secara lebih efisien guna mencegah pemborosan anggaran.
“Petunjuk teknisnya memang belum saya terima, namun sebelum sampai ke tahap itu, saya minta seluruh jajaran di kantor untuk benar-benar memperhatikan penggunaan listrik, air, gas, dan sebagainya agar tidak terjadi pemborosan ke depan,” kata dia.(yoga)

