
Kota Tangerang – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang menggelar aksi damai dengan membagikan ratusan bunga dan makanan kepada masyarakat, Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut menjadi puncak dari rangkaian peringatan HPN yang telah berlangsung sejak 30 November 2025..
Momentum tersebut sekaligus memperingati hari lahir PWI yang berdiri pada 9 Februari 1946 dan hingga kini menjadi tonggak penting dalam sejarah pers nasional Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan kemerdekaan pers dan profesionalisme wartawan.
Dalam peringatan kali ini, PWI Kota Tangerang menghadirkan aksi yang unik dan menyentuh hati. Para wartawan turun langsung ke jalan, membagikan bunga serta makanan kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Tangerang sebagai simbol kepedulian pers terhadap warga.
Kehangatan dan keakraban mewarnai kegiatan tersebut. Tak sedikit pengendara sepeda motor yang spontan menghentikan kendaraannya, menerima bunga yang dibagikan, lalu menyampaikan ucapan “Selamat Hari Pers Nasional” kepada para wartawan.
“Ini membuat kami merasa dekat dengan wartawan. Tidak hanya menulis berita, ternyata mereka juga peduli dengan kami,” ujar seorang pengendara motor yang menerima bingkisan, seraya mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan PWI Kota Tangerang.
Ketua PWI Kota Tangerang, Rahmat Herwanto, mengatakan rangkaian kegiatan sejak November lalu mencakup berbagai agenda edukatif, sosial, serta literasi media. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan agen perubahan di tengah masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa pers bukan hanya pemberi informasi, tetapi juga bagian dari masyarakat yang peduli dan hadir untuk warga,” ujar Rahmat Herwanto.
Ia menegaskan, sejak awal berdirinya, wartawan yang tergabung dalam PWI telah berperan penting dalam mendukung kedaulatan bangsa melalui tulisan dan pemberitaan yang membangun kesadaran nasional.
“Wartawan menulis berita yang mendukung kedaulatan bangsa, sekaligus menentang propaganda penjajah. Dengan demikian, pers menjadi alat perjuangan non-kekerasan, meningkatkan kesadaran nasional, dan memotivasi rakyat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya Kota Tangerang yang kita cintai,” tambahnya.
Menurut Herwanto, PWI sebagai organisasi profesi, bukan sekadar wadah berkumpulnya jurnalis, tetapi juga instrumen strategis perjuangan bangsa yang konsisten menyebarkan informasi edukatif serta menegakkan prinsip pers yang mandiri dan profesional.
Peran tersebut diakui pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985 yang menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Dengan demikian, HPN bukan hanya peringatan ulang tahun organisasi, melainkan simbol perjalanan dan perjuangan panjang pers Indonesia dalam sejarah bangsa.

