oplus_2

TANGERANG SELATAN — Ben Center meluncurkan program inovatif “Tuang Jadi Uang” di Aula Kelurahan Pondok Aren, Selasa (30/9), untuk mengurangi limbah minyak jelantah.
Program ini mengusung konsep pengurangan sampah organik, pelatihan teknis mandiri, dan bisnis sirkular berkelanjutan demi menjaga kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan dihadiri perwakilan Ben Center, PT Nooveleum, staf khusus Wali Kota, OPD, Lurah Pondok Aren, Karang Taruna, dan tokoh masyarakat sebagai dukungan nyata gerakan hijau.
PT Nooveleum memberikan bimbingan teknis tentang bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan lingkungan, serta menawarkan solusi pengolahan limbah menjadi biodiesel bernilai ekonomi tinggi.
Survei mereka menunjukkan banyak pedagang di sekitar sekolah menggunakan minyak goreng berulang kali hingga hitam, berpotensi menimbulkan penyakit kronis seperti kanker.
Koordinator Ben Center, Eko Supriyadi, menegaskan program ini langkah kecil tapi berdampak besar bagi kesehatan, lingkungan, dan peluang ekonomi masyarakat melalui pengelolaan minyak jelantah.
Sebagai simbol peluncuran, Ben Center mengukuhkan relawan “Tuang Jadi Uang” dan menyerahkan atribut berupa jerigen minyak, rompi, stiker, serta botol minyak jelantah perdana.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan dukungan penuh melalui tiga staf khusus: Eko, Hamdari, dan Imam Darmadi yang hadir mewakili Wali Kota.
Imam Darmadi menyebut program ini bukan sekadar seremonial, melainkan solusi nyata mengurangi pengangguran, menciptakan peluang usaha, dan menjaga kelestarian lingkungan kota.
Gerakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola minyak jelantah agar bernilai ekonomi dan mendukung ekonomi sirkular berkelanjutan di tingkat lokal.
Acara ditutup doa bersama dan komitmen seluruh pihak untuk terus menjaga semangat kecil menuju perubahan besar bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.(riza)

