
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat komitmen dalam mengatasi permasalahan sampah melalui program zero waste atau pengurangan sampah dari sumbernya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggandeng PT Pasifik Techone Abadi untuk melakukan uji coba penggunaan mesin incinerator sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Mesin incinerator sendiri merupakan alat pengolah sampah dengan sistem pembakaran bersuhu tinggi, yang mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. Teknologi ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di kawasan permukiman padat penduduk, khususnya di Kota Tangerang yang terus mengalami peningkatan produksi sampah rumah tangga.
Baca Juga
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, meninjau langsung proses uji coba penggunaan mesin incinerator di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Mutiara Bangsa, Cipondoh, Rabu (2/7/2025). Uji coba ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam mencari solusi inovatif untuk mengurangi volume sampah, khususnya di kawasan padat penduduk.
“Kami terus berupaya mencari dan mengkaji berbagai inovasi penanganan sampah, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi incinerator ini. Tapi tentu, semua harus sesuai standar keselamatan lingkungan dan aturan yang berlaku,” ujar Sachrudin.
Ia menambahkan, dari hasil uji coba awal, mesin incinerator ini berjalan baik tanpa memicu potensi polusi udara. Namun, Pemkot tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama para ahli.
“Jika kita lihat bersama, proses uji cobanya berjalan lancar dan tidak berpotensi menyebabkan polusi udara. Namun tentunya upaya ini akan terus kita kaji dan evaluasi bersama para ahli yang berkompeten di bidangnya,” tandas Sachrudin.
Lebih jauh, Sachrudin menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan penanganan sampah yang efektif. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, tidak hanya dalam hal pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya, tetapi juga dalam mendukung berbagai program pemerintah seperti zero waste dan daur ulang.
“Dan yang terpenting adalah ini merupakan bentuk kolaborasi karena untuk menangani masalah sampah ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, karena sampah ini adalah masalah kita bersama,” ujar Sachrudin.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, menambahkan bahwa uji coba mesin incinerator ini akan dilakukan selama dua bulan dan didampingi oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup.
“Uji coba ini akan kita evaluasi selama dua bulan, baik dari pihak Pasifik Techone Abadi, Sucofindo, dan kami pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup serta masyarakat. Kita akan terus evaluasi teknologi ini apakah ramah lingkungan atau tidak,” jelas Sekda.


