Indeks Reformasi Birokrasi Kota Tangerang Melonjak Tajam, Capai Kategori A-
Kota Tangerang — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mencatat lonjakan signifikan dalam capaian Indeks Reformasi Birokrasi (RB). Nilai indeks yang semula berada di angka 57,49 dengan kategori “CC” pada tahun 2018, kini meningkat drastis menjadi 85,73 dengan kategori “A-” pada tahun 2024.
📊 CAPAIAN REFORMASI BIROKRASI KOTA TANGERANG 2024
🔼 Indeks Reformasi Birokrasi (RB)
- 2018: 57,49 (Kategori CC)
- 2024: 85,73 (Kategori A-)
✅ Lonjakan tajam +28,24 poin dalam 6 tahun
Peningkatan ini diumumkan oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (28/05/2025).
“Ini adalah buah dari kerja sama yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan. Capaian ini membuktikan bahwa reformasi birokrasi di Kota Tangerang berjalan di jalur yang tepat,” ujar H. Maryono Hasan dalam sambutannya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh perwakilan perangkat daerah, sebagai bentuk evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkot Tangerang.
Meski berhasil meraih capaian tinggi, Maryono menegaskan bahwa reformasi birokrasi adalah proses jangka panjang yang menuntut konsistensi pemerintah dan inovasi berkelanjutan. Ia mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk terus meningkatkan pelayanan publik demi menyambut Visi Indonesia Emas 2045.
“Keberhasilan ini harus menjadi pemacu semangat seluruh ASN dan perangkat daerah untuk terus berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Wakil wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) atas pembinaan dan evaluasi yang telah diberikan.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan kritik konstruktif demi kemajuan Kota Tangerang,” tambahnya.
Selain capaian reformasi birokrasi, Maryono juga mengungkapkan bahwa Kota Tangerang berhasil meraih Juara 1 Nasional Standar Pelayanan Minimal (SPM) kategori kota. Prestasi ini, menurutnya, merupakan hasil kolaborasi lintas sektor dalam memberikan pelayanan dasar yang efektif dan efisien kepada masyarakat.
“SPM ini merupakan jawaban atas ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi, Pemkot Tangerang juga aktif mendorong transformasi digital. Salah satu langkah nyata adalah penyelenggaraan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi guru dan kepala sekolah SD serta SMP.
“Ke depannya, pelatihan AI akan kami perluas untuk pejabat struktural. Pemanfaatan teknologi akan meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan publik,” tutup Maryono. (red/lodi)
Artikel Terbaru
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
- Festival B2SA Tangerang Ajak Warga Beralih ke Pangan Lokal, Konsumsi Umbi-umbian Masih Rendah
- Pemkot Tangsel Uji Coba Padi Apung di Tandon Ciater, Panen Ditargetkan Januari 2027

