[Foto Antara/Raisan Al Faris] Bus Rombongan SMK Lingga Kencana mengalami kecelakaan di Ciater, Jawa Barat
Jakarta, produsernews.com – Bus rombongan pelajar dan guru SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat, hingga menyebabkan 11 orang tewas. Pihak yayasan akan segera memanggil pihak sekolah
Sebagaimana diketahui, kecelakaan tersebut terjadi pada Sabtu (11/5), sekitar pukul 18.45 WIB. Kecelakaan itu terjadi di Ciater, Subang, saat rombongan pelajar dan guru SMK Lingga Kencana hendak kembali ke Depok seusai acara perpisahan. Total, ada tiga bus yang mengangkut siswa dan guru.
Peristiwa itu melibatkan lima kendaraan, yaitu bus Trans Putera Fajar bernomor polisi AD-7524-OG, mobil Daihatsu Feroza D-1455-VCD, serta 3 motor. Sebanyak 11 orang menjadi korban jiwa dalam insiden ini
Berikut ini daftar nama 11 korban tewas bus terguling di Subang berdasarkan data yang disampaikan pihak RSUD Subang pada Minggu (12/5):
1. Intan Rahmawati
2. Dimas Aditya
3. Desy Yulyanti
4. Ahmad Fauzi
5. Intan Fauziah
6. Nabila Ayu Lestari
7. Raka
8. Robiatul Adawiyah
9. Tyara
10. Mahesya Putra
11. Suprayogi.
Yayasan Bakal Panggil Pihak Sekolah
Pihak yayasan juga akan memanggil pihak sekolah terkait kecelakaan bus maut di Subang. Hal itu agar pihak sekolah dapat memberikan keterangan sejelas mungkin terkait kejadian tersebut.
“Dalam hal ini yayasan meminta pihak panitia, dalam hal ini pimpinan lembaga pendidikan Lingga Kencana untuk memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya kepada kita pihak yayasan,” ujar Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) Deddy Ahmad Mustofa.
Selain itu, Deddy mengatakan akan berkomunikasi juga dengan PO bus kecelakaan. Hal itu juga untuk mendalami apa yang sebenarnya terjadi.
“Harus, harus (komunikasi dengan pihak PO bus). Nanti hasilnya seperti apa ini harus digelar sejelas-jelasnya. Sebab ini terkait dengan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Kepercayaan masyarakat juga kepada panitia,” ungkapnya.
Deddy menyebut sejauh ini murid dan guru yang selamat masih dalam keadaan trauma. Sehingga para korban selamat belum bisa dimintai keterangan oleh pihak yayasan.
“Anak-anak yang sudah pulang pun kayaknya juga masih ada trauma, guru-guru yang ikut di mobil tersebut pun datang ke ruangan kita, tidak cerita tapi keluar air mata,” sebutnya
hari setyawan

