Klaten, produsernews.com – Mudik ke Klaten, Jawa Tengah kurang lengkap kalau belum coba kuliner enak di Klaten yang banyak pilihannya. Selain sop ayam, Klaten punya beragam kuliner khas dan legendaris, termasuk sate kambing.
Traveler yang mudik ke Klaten atau sedang melakukan perjalanan Jogja-Solo bisa singgah di warung sate kambing Tali Roso.
Sate Kambing Tali Roso sempat viral di media sosial karena ukuran irisan dagingnya yang super jumbo, tidak seperti sate kambing pada umumnya.
Meski irisannya besar, sate kambing di sini tetap empuk dan bumbunya meresap.
Daging kambing yang matang sempurna dengan potongan daging yang lebih besar menjadikan Warung Sate Kambing Tali Roso terus didatangi pembeli.
Pembeli yang datang dari berbagai kalangan, mulai masyarakat biasa, pejabat hingga Ratu Yogyakarta pun pernah mencicipi warung Sate Kambing Tali Roso.
Sate Kambing Tali Roso berlokasi di Jalan Wedi-Bayat, yang tak jauh dari Pasar Wedi, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Warung Sate Kambing Tali Roso ini terpajang foto-foto pemilik warung bersama sejumlah tokoh yang pernah berkunjung.
Sejumlah tokoh yang pernah datang dan makan sate di sini.
Nampak ada Foto Gubernur Jawa Tengah, Foto Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Foto Bupati Klaten Sri Hartini, hingga Foto Kanjeng Ratu Hamengku Buwono X.
Tri Sumarna (50) selaku pemilik warung sate kambing tali roso mengungkapkan, ada beberapa tokoh publik yang pernah singgah termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Warung sate ini berada di Jalan Wedi-Bayat, tepatnya di dekat Pasar Wedi, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Kemudian harga sate kambing di warung tersebut dibanderol Rp 60 ribu per porsi bersama nasi, tongseng kambing dengan harga Rp 50 ribu per porsi.
Warung Sate Kambing yang ada di Jalan Wedi-Bayat sekilas tampak mirip warung sate pada umumnya, Di depannya ada tempat bakaran dan daging kambing yang ditusuk-tusuk lalu dibakar di atas bara api.
Tapi kalau di perhatikan lagi dengan seksama , ternyata tusuk sate kambing ini tidak menggunakan tusuk bambu atau kayu, melainkan menggunakan jeruji sepeda.
Menurut Tri, memang sengaja tidak memakai tusuk sate dari bambu untuk menambah cita rasa sate kambing. Dengan menggunakan tusuk sate dari besi, otomatis bagian dalam daging matang sempurna.
Jeruji besi ini juga bisa mempercepat proses pematangan daging. “Ruji besi itu dapat menghantarkan panas, sehingga saat dibakar, tidak hanya bagian luarnya saja yang matang, dalamnya juga bisa matang juga,” ujar Tri.
Daging kambing yang matang hingga kebagian dalam itu menjadikan pemilik warung tak pelit dalam memberikan potongan daging. “Sate di sini dagingnya saya bikin besar-besar agar warga tertarik dan membeli sate kami,” kata Tri.
Kemudian ia menerangkan warungnya ia beri nama Tali Roso dengan maksud agar satenya dapat menarik hati pembeli. “Sebelum viral saya habiskan 3 hingga 4 ekor kambing, setelah viral saya bisa habiskan 5 hingga 6 ekor kambing,” ucapnya.
Dia menambahkan usaha warung sate Kambing ini sudah berjalan sejak 1990an. “Warung sudah berdiri sejak 90an, sejak awal saya sudah menggunakan ruji besi dari sepeda,” imbuhnya.

editor : davi
jurnalis : nur

