Yogyakarta, produsernews.com – Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, Yogyakarta memiliki banyak referensi tempat makan yang patut untuk anda kunjungi. Jika sedang berada di wilayah Sleman utara, anda bisa mencoba mencicipi olahan kambing di Warung Tongseng Bu Hardo

Tongseng Bu Hardo yang melegendaris
Menempati warung dengan khas daerah Yogyakarta.dengan cat berwarna hijau dan langit-langit yang tinggi serta dengan penutup srintunya mencirikan khas warung Bu Hardo.
Warung Tongseng terletak di Jl. Pakem – Turi No. 1 Pakem , Sanggrahan, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Lokasi Warung Bu Hardo Sesuai Peta Google Map
“Warung Bu Hardo Buka pukul 10:30 wib , biasanya tutup sampai jam 22;00 wib karena sudah habis.
Warung Tongseng Bu Hardo telah mulai berjualan sejak 35 tahun yang lalu. Masih mampu bertahan sekian lama dalam menjual makanan berbahan dasar daging kambing tersebut karena selalu mempertahankan kualitas olahannya.
Sedang untuk tongseng Bu Hardo memiliki kuah yang pekat dan berbumbu kuat, raasa kuahnya sedikit manis dan berkaldu. Daging kambingnya pun cukup empuk, karena menggunakan kambing berusia 8 bulan hingga satu tahun.
“Umur kambing 8 bulan hingga satu tahun adalah umur kambing dengan rasa paling enak saat disembelih, dagingnya masih empuk, dan rasanya sudah gurih,”

Restoran Tongseng Bu Hardo Menggunakan Kambing Muda
Untuk gulainya, rasanya gurih yang berasal dari santan yang menjadi kuah masakan tersebut, dan bumbu-bumbunya sangat terasa. Rasa masakan Bu Hardo tersebut semakin nikmat karena masih menggunakan tungku berbahan bakar arang.
Resep yang dia gunakan dalam mengolah daging kambing di dapat dari Bu Hardo yang lebih dulu berjualan. Untuk terus menjaga rasa masakannya, hingga saat ini semua masakan dimasaknya sendiri. Bahkan Warung Bu Hardo ini enggan membuka cabang karena tidak ingin adanya penurunan kualitas masakannya.
Selain terus menjaga kualitas masakan, kami tetap mempertahankan suasana tempatnya berjualan. Sejak awal berjualan hingga saat ini, dia mempertahanakan konsep rumah khas jogya sederhanan dengan bangku kayu serta meletakan kaleng krupuk kas jogya diatas meja kayu yang disiapkan untuk tamu menyantapnya.
Hingga saat ini yang masih dipertahankannya adalah penggunaan angkring sebagai tempatnya memasak. Dahulu para pedagang makanan olahan daging kambing memang menggunakan angkring, tetapi saat ini sudah banyak ditinggalkan, dan kami berusaha untuk tetap mempertahankannya.
Soal harga untuk satu porsi tongseng, termasuk minum dan nasinya dibandrol dengan harga Rp35 ribu. Sedangkan untuk menu gulai dibandrol Rp.30 ribu per porsinya, sudah termasuk nasi dan minum.
jokolelono

