TANGERANG SELATAN — Di antara tuntutan pekerjaan dan jadwal latihan yang harus dijalani, Septi terus menjaga langkahnya menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Atlet pencak silat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu membawa satu harapan dalam persiapannya: meraih gelar juara setelah sebelumnya belum berhasil berdiri di posisi tertinggi.
Bagi Septi, perjalanan menuju podium bukan semata-mata soal kemampuan menguasai teknik bela diri atau ketahanan fisik. Ia juga harus pandai membagi waktu agar tanggung jawab pekerjaan tidak berbenturan dengan latihan. Di tengah dua kewajiban tersebut, kedisiplinan menjadi bagian penting dari upayanya mempersiapkan diri menghadapi kompetisi.
Persiapan itu telah dijalaninya sejak jauh hari. Terlebih, Tangsel menjadi tuan rumah Porprov VII Banten 2026. Kesempatan bertanding di hadapan masyarakat daerah sendiri menjadi dorongan bagi Septi untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus mempersembahkan prestasi bagi kota yang diwakilinya.
“Persiapan kita sudah cukup lama. Kita di sini sebagai tuan rumah dan tentunya akan memberikan yang terbaik. Harapannya, kita bisa sampai menjadi juara,” ujar Septi, Kamis (29/10/2026).
Namun, persiapan seorang atlet tidak selalu berlangsung di arena latihan. Ada tanggung jawab lain yang tetap harus dituntaskan, termasuk pekerjaan yang terkadang menyita waktu dan berbenturan dengan jadwal berlatih.
Bagi Septi, kondisi tersebut menuntut kemampuan mengatur waktu secara cermat. Ia harus memastikan pekerjaan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan sebagai atlet. Tidak mudah menjalani keduanya secara bersamaan, tetapi ia berusaha mempertahankan konsistensi agar persiapannya tidak terhenti.
“Tantangannya memang pekerjaan yang terkadang berbenturan dengan waktu latihan. Jadi, saya harus pintar-pintar membagi waktu supaya keduanya tetap bisa dijalani,” katanya.
Di tengah kesibukan itu, Septi berupaya menjaga fokus terhadap target yang ingin dicapainya. Ia menyadari bahwa keinginan menjadi juara tidak cukup hanya dengan harapan. Ada latihan yang harus dijalani, kemampuan yang perlu terus diasah, serta kedisiplinan yang mesti dipertahankan hingga hari pertandingan.
Selain kerja keras, Septi juga menempatkan doa dan rasa syukur sebagai bagian dari perjalanannya. Baginya, usaha untuk meraih prestasi perlu disertai keyakinan bahwa setiap hasil memiliki proses yang harus dilalui.
“Kita harus bersyukur dan berdoa, karena apa yang kita targetkan tentu tidak lepas dari jalan Tuhan. Tapi, kita juga tidak boleh lupa untuk terus berlatih dan fokus,” ungkapnya.
Keinginan Septi untuk meraih gelar juara Porprov kali ini memiliki arti tersendiri. Ia mengaku belum pernah menjadi juara pada kesempatan sebelumnya. Pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar prestasi, tetapi justru menjadi alasan untuk kembali berusaha dan mempersiapkan diri lebih baik.
Kini, ia ingin membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawanya menuju hasil yang berbeda. Target tersebut bukan hanya menyangkut pencapaian pribadi, melainkan juga keinginannya untuk ikut mengharumkan nama pencak silat Kota Tangerang Selatan.
“Motivasi saya tentunya bagaimana bisa menjadi juara, karena sebelumnya saya belum pernah menjadi juara. Saya ingin membuktikan bahwa kali ini saya bisa memberikan hasil terbaik dan membanggakan pencak silat Tangsel,” tuturnya.
Porprov VII Banten 2026 pun menjadi kesempatan bagi Septi untuk menguji hasil latihan yang telah dijalaninya. Di arena pertandingan, ia akan berhadapan dengan tantangan kompetisi sekaligus membawa harapan untuk mencapai prestasi yang selama ini diupayakan.
Perjalanannya menunjukkan bahwa perjuangan seorang atlet tidak hanya berlangsung ketika pertandingan dimulai. Ada waktu yang harus diatur, pekerjaan yang tetap diselesaikan, dan latihan yang harus dijaga konsistensinya.
Bagi Septi, meraih gelar juara memang menjadi tujuan. Namun, sebelum sampai ke podium, ada proses panjang yang harus dituntaskan. Di antara pekerjaan dan latihan, ia terus berusaha melangkah dengan harapan dapat memberikan hasil terbaik bagi dirinya dan Kota Tangerang Selatan.

