KOTA TANGERANG – Kebakaran melanda empat unit kios dan bagian belakang satu rumah milik warga di depan Masjid Asy Syafi’iyyah, Jalan Sunan Giri RT 03/RW 04, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, Jumat (10/7/2026) pagi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi kebakaran, sementara api dengan cepat membesar dan melalap bangunan kios yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
Personel Polsek Ciledug bersama anggota TNI Koramil 04/Ciledug segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan, mengatur arus warga, serta melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP). Upaya tersebut dilakukan agar proses pemadaman berjalan lancar sekaligus mencegah warga mendekati area yang berpotensi membahayakan.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga bermula saat penghuni sedang memasak air, kemudian tertidur sehingga kompor ditinggalkan dalam keadaan menyala. Saat terbangun, saksi melihat kobaran api sudah membesar hingga menjalar ke atap kios.
“Awalnya sedang memasak air, kemudian tertidur. Saat terbangun, api sudah membesar hingga ke bagian atap kios,” ujar Samsudin.
Mendapat laporan kebakaran, petugas UPT Damkar Ciledug langsung mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Selain itu, Koramil 04/Ciledug turut membantu dengan menurunkan satu unit mobil water tank guna memperkuat suplai air selama proses pemadaman.
Salah seorang petugas Damkar UPT Ciledug, Dani, mengatakan tim segera bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima laporan, kami langsung meluncur ke lokasi. Karena jaraknya cukup dekat dari pos, kami bisa segera melakukan pemadaman sehingga api tidak semakin meluas,” kata Dani.
Perwira piket Koramil 04/Ciledug menjelaskan, pihaknya mengerahkan kendaraan water tank untuk membantu mempercepat proses pemadaman sekaligus mendukung proses pendinginan setelah api berhasil dikendalikan.
“Kami menurunkan water tank untuk membantu tim Damkar mempercepat pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan, kendaraan tersebut juga digunakan dalam proses pendinginan agar tidak muncul titik api baru,” ujarnya.
Berkat kerja sama antara petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan warga sekitar, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.30 WIB atau sekitar satu setengah jam setelah kejadian. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran serta besaran kerugian material masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak meninggalkan aktivitas memasak tanpa pengawasan. Kelalaian kecil dapat memicu kebakaran yang dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya, terutama di kawasan permukiman dan pertokoan yang berdempetan.(ardi saputra/yoga)

