
TANGERANG, – Mengisi masa libur akhir semester genap atau libur kenaikan kelas Tahun Ajaran 2025/2026 dengan kegiatan yang positif, warga RT 03/RW 02 Asrama Polri Ciledug, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, menggelar kegiatan bertajuk “Libur Asyik Tanpa Gadget” di Bale Warga, Selasa (7/7/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi kesehatan, penyuluhan mengenai dampak penggunaan gadget pada anak, serta pelatihan kreativitas dengan memanfaatkan kardus bekas menjadi berbagai permainan edukatif. Acara berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari puluhan anak yang tengah menikmati masa libur sekolah.
Program ini turut melibatkan mahasiswa dan mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Selatan, Fakultas Psikologi. Dalam sesi penyuluhan, para mahasiswa memberikan materi mengenai bahaya penggunaan gadget secara berlebihan pada anak-anak, mulai dari dampak terhadap kesehatan, perkembangan psikologis, hingga interaksi sosial.
Ketua RT 03/RW 02 Asrama Polri Ciledug, Pratomo, mengatakan kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan sebagai alternatif aktivitas yang bermanfaat selama libur sekolah sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional Indonesia kepada generasi muda.
“Kegiatan ini kami adakan untuk mengisi waktu libur sekolah anak-anak dengan aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Kami juga ingin memperkenalkan kembali permainan tradisional Indonesia agar mereka tidak hanya mengenal permainan digital,” ujar Pratomo, yang akrab disapa Tomo.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan “Libur Asyik Tanpa Gadget” merupakan rangkaian program yang telah dilaksanakan sejak 23 Juni 2026. Berbagai aktivitas seperti budidaya kreativitas, eksperimen sains sederhana, edukasi kesehatan, hingga pelatihan keterampilan menjadi bagian dari upaya membangun karakter anak melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.
Menurut Tomo, kegiatan tersebut juga bertujuan mengurangi ketergantungan anak terhadap penggunaan gadget yang semakin tinggi di era digital.
“Kami berharap anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya sehingga penggunaan gadget dapat dikurangi,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Kelurahan Sudimara Barat, Polsek Ciledug, AIPTU Jamhuri. Dalam kesempatan ini ia mengingatkan pentingnya peran orang tua sebagai pengawas utama dalam penggunaan gadget oleh anak.
“Walaupun pemerintah telah memblokir berbagai situs yang tidak layak diakses, filter utama tetap berada di tangan orang tua. Pendampingan dan pengawasan keluarga sangat penting agar anak-anak dapat menggunakan gadget secara bijak dan sesuai kebutuhan,” katanya.
Jamhuri juga mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam menggunakan media sosial. “Bijak bermedia sosial berarti berpikir sebelum mengunggah sesuatu, menjaga privasi, serta menyaring setiap informasi yang diterima. Saring sebelum sharing, hormati pendapat orang lain, dan hindari penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian. Selain itu, kendalikan waktu online agar tetap produktif dan terhindar dari persoalan hukum,” pesannya.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika anak-anak mengikuti sesi kreativitas yang dipandu para mahasiswa. Dengan memanfaatkan kardus bekas, mereka diajak membuat berbagai permainan sederhana yang melatih imajinasi, kerja sama, serta kemampuan motorik.
Keceriaan tampak terpancar dari wajah para peserta yang aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Selain menghasilkan karya kreatif, mereka juga memperoleh pengalaman baru tentang pentingnya menjaga kesehatan, mengelola waktu penggunaan gadget, serta melestarikan permainan tradisional sebagai bagian dari budaya Indonesia.
Salah seorang peserta, Gelael, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang ada acara seperti ini karena bisa mengenal permainan tradisional dan membuat mainan dari kardus. Jadi tidak hanya bermain game di gadget,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, warga berharap masa libur sekolah tidak hanya menjadi waktu untuk beristirahat, tetapi juga menjadi momentum membangun kreativitas, karakter, dan kebiasaan positif anak-anak. Kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, dan kepolisian diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, kreatif, sehat, dan bijak menghadapi perkembangan teknologi digital.(daven)

