
BOGOR – Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Senam Cinta Tanah Air (SICITA) dan bakti sosial dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Eatdah Sentraland itu dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti lebih dari 100 peserta yang terdiri dari pengurus partai serta masyarakat sekitar.
Selain senam bersama, panitia juga menyediakan layanan sosial secara gratis, meliputi pemeriksaan mata dan pembagian kacamata, pengecekan tekanan darah, tes gula darah, serta pemeriksaan asam urat.
Ketua PAC PDI Perjuangan Parungpanjang, Egi Gunadhi Wibhawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan warga yang turut menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno sekaligus bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pengurus dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan Bung Karno dan mengamalkan pesan Jas Merah, yakni jangan sekali-kali meninggalkan sejarah,” ujar Egi.
Ia juga menegaskan bahwa PAC PDI Perjuangan Parungpanjang masih memiliki sejumlah agenda dan tugas organisasi yang perlu diselesaikan, termasuk dalam aspek administrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Suyanto, mengaku bersyukur acara berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana memperingati Bulan Bung Karno, tetapi juga mempererat silaturahmi antara pengurus dan masyarakat,” katanya.
Bulan Bung Karno diperingati setiap Juni untuk mengenang jasa dan pemikiran Ir. Soekarno sebagai Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia. Peringatan tersebut bertepatan dengan tiga momentum penting dalam sejarah bangsa, yaitu Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni, Hari Kelahiran Bung Karno pada 6 Juni, dan Hari Wafat Bung Karno pada 21 Juni.
Melalui peringatan ini, diharapkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan semangat kebangsaan yang diwariskan Bung Karno dapat terus hidup dan relevan bagi generasi muda.(hari setiawan)

