Tangerang Selatan — Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan periode 2025–2030 resmi dilantik di kawasan Alam Sutra BSD, Serpong Utara, Senin (18/5/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan itu dihadiri Ketua Kadin Provinsi Banten, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, Ketua DPRD Tangsel Abdul Rasyid, Dirum Perseroda PITS Agus Supadmo, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tangsel, perwakilan Kejaksaan Negeri Tangsel, Kapolres Tangsel yang diwakili Kapolsek Serpong Kompol Hardono, serta jajaran pengurus dan anggota Kadin Tangsel.
Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan Marhadi SE MM menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus utama kepengurusan Kadin lima tahun ke depan. Menurutnya, pelaku UMKM lokal harus mampu bersaing melalui produk-produk asli daerah yang memiliki kualitas dan nilai jual tinggi.
“Berdaya saing menjadi tugas kami ke depan. Bagaimana UMKM di Kota Tangerang Selatan bisa berkembang menggunakan produk-produk asli daerah sendiri dan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Marhadi.
Ia menjelaskan, Kadin Tangsel juga akan menjalankan program “Kampung Digital” sebagai bentuk pendampingan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Program tersebut mencakup pendampingan legalitas usaha, bantuan permodalan, hingga bantuan hukum bagi UMKM.
Menurut Marhadi, banyak produk UMKM sebenarnya memiliki kualitas baik dan diminati pasar, namun terkendala legalitas sehingga sulit berkembang lebih besar.
“Di sinilah tugas Kadin melakukan pendampingan agar UMKM bisa naik kelas dan memiliki daya saing,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang Selatan pascapandemi COVID-19 menunjukkan tren positif yang sebagian besar ditopang investasi sektor swasta.
Ia mengatakan lebih dari 80 persen kekuatan ekonomi daerah berasal dari investasi swasta, sedangkan kontribusi belanja pemerintah kurang dari 20 persen.
“Kota Tangerang Selatan memiliki posisi strategis sebagai kota penyangga DKI Jakarta dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang baik, sehingga menjadi pusat aktivitas ekonomi penting di kawasan Jabodetabek,” ujar Benyamin.
Benyamin juga mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan menjadi yang tertinggi di Provinsi Banten dengan angka kemiskinan dan pengangguran relatif rendah.
Meski demikian, ia mengakui pertumbuhan ekonomi Tangsel sepanjang 2025 mengalami perlambatan dan berada sedikit di bawah angka nasional maupun Provinsi Banten. Kondisi tersebut dipengaruhi melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah dan belum optimalnya pertumbuhan lapangan kerja formal.
Karena itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan mulai mengarahkan kebijakan ekonomi pada sektor-sektor baru berbasis potensi daerah, seperti ekonomi kreatif, wisata belanja, kuliner, hingga health tourism.
“Kekuatan Tangsel ada pada SDM, jasa modern, dan karakter masyarakat urban. Peluang besar ada di sektor ekonomi kreatif dan layanan modern,” katanya.
Selain itu, Pemkot Tangsel juga terus menjalankan berbagai program penguatan ekonomi masyarakat, mulai dari pelatihan tenaga kerja, sertifikasi, pendampingan legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga literasi digital bagi pelaku UMKM.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pembenahan pelayanan perizinan agar lebih transparan dan mudah diakses masyarakat serta mendorong kolaborasi CSR untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Persoalan ekonomi tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, kampus, komunitas, media, dan masyarakat,” tegas Benyamin.
Ia berharap Kadin Kota Tangerang Selatan mampu menjadi jembatan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sekaligus memperkuat pengembangan UMKM agar mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja formal di Kota Tangerang Selatan.(yoga/rif)

