
Tangerang – Polisi menangkap empat pelaku pencurian dengan modus ganjel ATM saat beraksi di sebuah minimarket di kawasan Larangan, Kota Tangerang. Keempat pelaku diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada Kamis (23/4/2026).
Penangkapan bermula saat petugas patroli mencurigai gerak-gerik empat pria yang berpindah-pindah lokasi dan menyambangi sejumlah mesin ATM di minimarket serta SPBU wilayah Cipondoh.
Polisi kemudian membuntuti para pelaku hingga tiba di sebuah minimarket di Jalan H. Adam Malik. Saat berada di lokasi, para pelaku diduga tengah melakukan transaksi menggunakan kartu ATM milik korban.
Tim opsnal langsung bergerak dan menangkap keempat pelaku tanpa perlawanan. Mereka berinisial MT (29), FP (20), EA (23), dan A (34).
Dari hasil pemeriksaan, masing-masing pelaku memiliki peran berbeda. Ada yang bertugas mengganjal slot kartu ATM menggunakan mika yang dimodifikasi, mengintip PIN korban, mengawasi situasi, hingga mengambil kartu ATM yang tertinggal di mesin.
Polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya kartu ATM dari berbagai bank, alat ganjal berupa mika bening, lem perekat, serta beberapa unit telepon genggam.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari mengatakan para pelaku memanfaatkan kelengahan nasabah untuk menguasai kartu ATM dan menguras saldo rekening.
“Modus ini sangat merugikan masyarakat. Kami akan tindak tegas pelaku kejahatan yang memanfaatkan teknologi untuk mencuri,” kata Jauhari.
Menurut polisi, komplotan tersebut merupakan jaringan lintas daerah yang beroperasi di sejumlah wilayah, mulai dari Banten hingga Jawa Timur. Mereka mengaku telah beberapa kali beraksi dan meraup uang puluhan juta rupiah.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
Saat ini polisi masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dan telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Polisi mengimbau masyarakat lebih waspada saat bertransaksi di ATM. Nasabah diminta memastikan kondisi mesin aman serta tidak memberikan PIN kepada siapa pun.(ismail marjuki)

