Pamulang — Hujan deras yang mengguyur wilayah Pamulang sejak Sabtu (4/4) siang menyebabkan permukiman warga terendam banjir. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 50 Centimeter, menggenangi puluhan rumah dan mengganggu aktivitas warga.
Salah satu warga terdampak, Dewi (28), menuturkan hujan mulai turun sekitar pukul 12.30 WIB dan berlangsung cukup lama tanpa jeda. Akibatnya, debit air terus meningkat hingga meluap, sementara saluran drainase di kawasan tersebut tidak mampu menampung aliran air secara optimal..
“Untuk banjir saat ini cukup lebih parah dari biasanya. Hujan hari ini sekitar pukul 12.30 WIB. Hujan tidak berhenti-berhenti, curah hujannya juga lama jadi air tidak ketampung,” ujar Dewi, Sabtu (4/4).
Ia menjelaskan, wilayah tersebut memang kerap tergenang saat hujan deras. Namun biasanya air cepat naik dan tidak lama kemudian kembali surut.
“Biasanya di sini cepat naik cepat turun juga. Jadi harusnya cepat turun, cuma entah kenapa hari ini agak lama surutnya,” ungkapnya.
Akibat banjir tersebut, diperkirakan puluhan rumah warga terdampak genangan. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai 50 centimeter.
Ia menyebutkan, jumlah rumah yang terdampak banjir diperkirakan mencapai puluhan unit, dengan ketinggian air di titik terdalam sekitar 50 sentimeter.
Dewi menambahkan, banjir juga sempat terjadi pada malam sebelumnya. Saat itu air mulai naik sekitar pukul 20.00 WIB dan sempat masuk ke dalam rumah warga.
“Semalam juga sempat naik airnya, itu sudah sampai masuk rumah warga juga. Semalam itu sampai di pemukimam warga air sekitar jam 20.00, tapi jam 23.30 sudah surut,” katanya.
Warga Pamulang meminta kepada pemerintah agar banjir yang kerap terjadi saat hujan deras dapat diminimalisir, terutama melalui perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut.(yoga)

