TANGERANG SELATAN – DPRD Kota Tangerang Selatan memastikan akan terus mengawal nasib ribuan tenaga honorer di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Langkah pengawalan itu dilakukan setelah DPRD bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan beberapa kali menggelar rapat koordinasi guna membahas skema penyelesaian status tenaga honorer pasca seleksi P3K. DPRD menegaskan, tidak boleh ada tenaga honorer yang dirumahkan secara sepihak tanpa kejelasan status maupun hak-haknya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Tangsel, Ledy MP Butar Butar, mengungkapkan bahwa jumlah tenaga honorer yang awalnya tercatat sebanyak 1.885 orang kini telah tervalidasi menjadi 1.538 orang.
“Ini masih berproses, tapi sampai dengan bulan Maret nanti hak mereka akan diselesaikan secara manual. Nanti proses PJLP dimulai per 1 April, dan itu sudah ada validasi dari 1.885 menjadi 1.538 orang,” ujar Ledy di Gedung DPRD Kota Tangsel,
Ia menjelaskan, kepastian mengenai skema lanjutan bagi para honorer ditargetkan dapat diputuskan pada bulan Ramadan tahun ini. DPRD, kata dia, berkomitmen memastikan hak-hak tenaga honorer tetap terpenuhi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Terkait kemungkinan pemberian tunjangan menjelang Lebaran, Ledy menyebut hal tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah.
“Yang pasti hak-hak mereka akan dibayarkan dalam waktu dekat ini. Semuanya masih berproses,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah daerah juga harus tetap mengacu pada regulasi dan landasan hukum yang berlaku dalam mengambil keputusan. Meski demikian, ia memastikan telah ada titik terang dalam penyelesaian persoalan tersebut.
“Tentunya pemerintah juga melihat dari regulasi dan landasan yang jelas. Ini kan sudah ada titik terangnya, jadi mohon bersabar dan ditunggu,” katanya.
Ledy menegaskan DPRD tidak akan tinggal diam dan akan terus menagih komitmen pemerintah kota agar kepastian status dan hak para tenaga honorer segera dituntaskan.
“Artinya kita tidak diam. Kita di DPRD akan terus mem-follow up dan menagih janji pemerintah kota untuk menyelesaikan nasib teman-teman kita,” pungkasnya.(yored)

