
Pemerintah Kota Tangerang dalam menjaga keterjangkauan harga pangan mulai diuji di tingkat wilayah. Salah satunya melalui pelaksanaan perdana program Gampang Sembako di Kelurahan Cipadu, Kecamatan Larangan, yang digelar Senin (2/2/26), bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang.
Program ini menjadi bentuk intervensi langsung pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan, periode ketika konsumsi rumah tangga meningkat dan harga bahan pokok berpotensi mengalami fluktuasi. Dalam program ini, sejumlah komoditas strategis dijual dengan harga di bawah pasaran, antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur, dan cabai.
Pelaksanaan program di Kelurahan Cipadu mendapat respons tinggi dari warga. Sejak pagi hari, antrean terlihat di area Kantor Kelurahan, menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga terjangkau. Berdasarkan pantauan jurnalis Produsernews.com di lapangan, kondisi tersebut mencerminkan dampak langsung program terhadap daya beli rumah tangga, khususnya menjelang Ramadan.
Menurut Dewi, salah satu warga Kelurahan Cipadu yang memanfaatkan uji coba program pangan murah, selisih harga yang ditawarkan sangat membantu pengelolaan keuangan keluarga. “Kalau selisihnya lumayan, pengeluaran bisa ditekan. Apalagi menjelang Ramadan, kebutuhan biasanya bertambah,” ujar Dewi.
“Keberadaan program Gampang Sembako di Cipadu sangat membantu, apalagi menjelang bulan puasa. Harga di sini lebih rendah dibandingkan warung. Telur misalnya, di warung Rp30.000 per kilogram, sementara di sini hanya Rp27.000. Selisih seribu atau dua ribu rupiah itu sangat berarti bagi ibu-ibu agar seluruh kebutuhan rumah tangga tetap bisa tercukupi,” ujar Dewi.
Antusiasme juga ditunjukkan warga yang awalnya tidak merencanakan berbelanja. Indah, warga Cipadu Jaya, mengaku mengetahui kegiatan tersebut secara tidak sengaja saat melintas di sekitar lokasi. Ia kemudian memutuskan ikut mengantre setelah melihat harga kebutuhan pokok yang ditawarkan lebih rendah dari pasaran.
“Awalnya saya melihat keramaian dan ternyata ada bazar. Saya langsung membeli cabai, bawang, dan sosis untuk anak-anak karena harganya memang lebih murah,” kata Indah. Ia menilai program Gampang Sembako memudahkan warga memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Selain menyediakan kebutuhan pangan melalui program Gampang Sembako, panitia juga menghadirkan layanan kesehatan hewan secara gratis. Layanan ini menjadi pelengkap pelayanan publik yang disesuaikan dengan dinamika masyarakat perkotaan, seiring meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan di wilayah tersebut.
Camat Larangan Nasrullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang sekaligus wujud pelayanan langsung pemerintah kepada masyarakat. Menurut dia, program ini sejalan dengan kebijakan wilayah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat daya beli warga, khususnya menjelang Ramadan.
“Pengunjung menyambut kegiatan ini dengan antusias. Seluruh kebutuhan pokok tersedia lengkap, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, hingga telur dan cabai, dengan harga di bawah pasaran,” jelasnya. Ia menambahkan, antrean yang terbentuk sejak pagi mencerminkan besarnya kebutuhan warga terhadap akses pangan terjangkau di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
Menurutnya, keberadaan layanan kesehatan hewan juga lahir dari kebutuhan riil masyarakat di wilayahnya. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari kebijakan pelayanan publik berbasis kebutuhan warga, seiring berkembangnya karakter permukiman perkotaan dan meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan.
““Kami melihat tren meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan, seperti kucing, baik di kawasan perumahan maupun perkampungan. Karena itu, kami juga memfasilitasi layanan kesehatan hewan dalam kegiatan ini,” tambahnya. Layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kesehatan hewan sekaligus mencegah potensi masalah kesehatan lingkungan.
“Kami melihat tren meningkatnya kepemilikan hewan peliharaan, seperti kucing, baik di kawasan perumahan maupun perkampungan. Karena itu, kami juga memfasilitasi layanan kesehatan hewan dalam kegiatan ini,” tambahnya. Layanan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya kesehatan hewan sekaligus mencegah potensi masalah kesehatan lingkungan.(red)

