
TANGERANG SELATAN — Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turun langsung meninjau kawasan BRIN Serpong setelah menerima keluhan warga terkait penutupan akses jalan Serpong–Parung.
Penutupan jalan oleh BRIN menimbulkan keresahan masyarakat. Warga harus memutar jauh untuk menuju sekolah, tempat kerja, hingga fasilitas umum, sehingga aktivitas harian mereka terganggu.
Benyamin menegaskan telah menyampaikan keberatan masyarakat kepada BRIN. Ia menyebut akses tersebut vital dan telah digunakan warga selama puluhan tahun untuk transportasi.
“Pemkot Tangsel akan mencari solusi terbaik tanpa mengorbankan kepentingan publik. Kami sudah melayangkan surat resmi kepada BRIN dan Gubernur Banten,” ujar Benyamin.
Ia menambahkan, pembangunan serta keamanan kawasan riset tetap harus memperhatikan hak masyarakat atas akses transportasi yang layak dan tidak menimbulkan dampak sosial.
Langkah cepat Wali Kota disambut positif warga. “Akhirnya ada perhatian pemerintah. Kami berharap jalan segera dibuka kembali,” ujar Supri, warga Babakan Serpong.
Pihak BRIN menyebut penutupan dilakukan demi keamanan fasilitas strategis negara. Meski begitu, BRIN membuka ruang dialog untuk mencari solusi bersama pemerintah daerah.
Pemkot Tangsel memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tercapai kesepakatan yang adil dan masyarakat kembali mendapatkan akses jalan secara normal.(daru)

