
Tangerang — Upaya memperkenalkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ciledug kini semakin gencar dilakukan. Salah satunya terlihat dalam gelaran Festival Seni Budaya CBD Ciledug yang berlangsung meriah selama tiga hari, 21–23 Agustus 2025.
Nuraini, salah satu pelaku UMKM asal Ciledug, turut ambil bagian dalam festival yang diprakarsai Perkumpulan Jurnalis Indonesia (PJI) tersebut. Ia mengaku, memilih berjualan di kawasan Central Business District (CBD) bukan tanpa alasan.
“Di sini enak, suasananya ramai terutama sore hari. Lokasinya juga strategis karena dekat dengan mall, jadi lebih banyak orang yang datang. Semoga semakin banyak kegiatan seperti ini yang bisa memberi ruang bagi UMKM,” ujar Nuraini.
Berbeda dengan sistem pemasaran keliling, Nuraini bersama tim lebih memilih menggelar dagangan di stan yang disediakan panitia. Menurutnya, cara ini memudahkan pengunjung untuk langsung melihat dan membeli produk UMKM Ciledug.
Ali Nasution, salah satu panitia, menjelaskan bahwa kegiatan serupa juga sudah diminta untuk digelar di wilayah Tangerang Selatan. “Semoga kegiatan seperti ini bisa terus memberikan ruang bagi UMKM, pencinta seni budaya, maupun fashion show,” jelasnya.
Ketua PJI, Edward AN, menambahkan bahwa festival ini dirancang agar menjadi agenda rutin tahunan setiap bulan Agustus, sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia. “Festival ini kami gagas bukan sekadar hiburan, tapi juga ruang promosi karya. Media dan jurnalis punya peran penting dalam mengangkat potensi daerah,” ujarnya.
Selain bazar UMKM, Festival Seni Budaya CBD Ciledug juga menghadirkan panggung hiburan, pameran seni, hingga fashion show. Suasana meriah dan penuh antusiasme warga tampak mewarnai sepanjang acara hingga penutupan pada Sabtu (23/8/2025).
Festival ini tidak hanya menjadi wadah pelestarian seni budaya, tetapi juga ruang kreatif bagi UMKM untuk semakin dikenal masyarakat luas.(wenni)

