
Kota TANGERANG – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, Kelurahan Sudimara Barat kini memiliki ruang publik baru yang tak hanya indah, tetapi juga sarat manfaat.
Sebuah sudut di taman kelurahan disulap menjadi TAMARA Taman Literasi dan Budaya Warga, tempat warga dapat membaca, bermain, sekaligus mengenang permainan tradisional yang mulai jarang ditemui.
“Lurah Sudimara Barat, Suhanda, S.IP, meresmikan secara langsung TAMARA pada Rabu, 13 Agustus 2025. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda di tengah derasnya arus teknologi.”
“Dengan dibukanya Tamara (Taman Literasi dan Budaya Warga), mudah-mudahan minat baca anak-anak kita meningkat. Kita saat ini dihadapkan dengan generasi gadget, yang jika tidak didampingi penggunaannya, bisa berdampak buruk bagi masa depan mereka.
Lewat TAMARA, kami berharap anak-anak menjauh dari game online, judi online, dan hal negatif lainnya. Silakan warga Sudimara Barat membawa anak-anaknya bermain, belajar, dan membaca di sini,” ujar Suhanda.
Gagasan dari Aksi Perubahan
Inovasi TAMARA merupakan gagasan Nunuy Handayani, Kasi Kemas Sudimara Barat, yang lahir dari program Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan 18 Tahun 2025.
Pelatihan ini berlangsung sejak Mei hingga September, dan setiap peserta diwajibkan menciptakan aksi perubahan di tempat kerjanya.
“Di taman, kami menambahkan pojok baca di saung kelurahan, arena permainan tradisional seperti engklek, congklak, egrang batok, serta fasilitas mewarnai untuk anak-anak,” jelas Nunuy Handayani penuh semangat.
Menyediakan Ruang Edukasi dan Rekreasi
Pojok baca yang menjadi pusat TAMARA dilengkapi koleksi buku bacaan, krayon, dan coloring book untuk anak-anak.
Kehadirannya diharapkan mampu mengajak pengunjung mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat sambil mempererat interaksi sosial.
TAMARA dibuka setiap hari kerja, Pukul 08.00–16.00 WIB, dan tutup pada hari Minggu mengikuti jam layanan kelurahan.
Percontohan di Kecamatan Ciledug
Dari 13 kelurahan di Kecamatan Ciledug, Sudimara Barat menjadi satu-satunya yang memiliki inovasi taman literasi dan budaya.
Nunuy Handayani berharap kehadiran TAMARA dapat menginspirasi wilayah lain untuk menghadirkan ruang publik serupa.
“Setiap peserta PKP harus memiliki inovasi berbeda. TAMARA ini saya persembahkan untuk warga Sudimara Barat agar mereka punya ruang literasi dan budaya yang hidup,” tutur Nunuy Handayani Kasie Kesmas Sudimara Barat.
Dengan sentuhan sederhana namun penuh makna, TAMARA bukan hanya tempat bersantai, tetapi juga jendela pengetahuan dan panggung kecil bagi budaya lokal untuk terus hidup di tengah derasnya arus digitalisasi.(Gelael)

