
Tangerang, 26 Juni 2025 — Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini. Hal tersebut ditegaskan oleh Maryono saat membuka kegiatan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) tingkat Kota Tangerang tahun 2025, Rabu (26/6).
“Membentuk generasi yang peduli lingkungan tidak cukup hanya dengan teori. Harus dimulai dari praktik sehari-hari, dari lingkungan sekolah, dari cara guru mengajar, dan dari aksi nyata siswa,” ujar Maryono dalam sambutannya.

Baca Juga
- Stadion Kera Sakti Disiapkan untuk Pertandingan Sepak Bola Porprov Banten 2026
- Septi, Atlet Pencak Silat Tangsel yang Berjuang Membagi Waktu demi Juara Porprov 2026
- Pembangunan Venue Sepatu Roda Ciater Permai Capai 80 Persen Jelang Porprov Banten 2026
Ia menilai, kegiatan GPBLHS menjadi sarana efektif untuk memperkuat nilai-nilai peduli lingkungan secara menyenangkan dan inspiratif di kalangan pelajar. Selain siswa, peran guru juga menjadi sorotan utama dalam upaya pendidikan lingkungan.
Melalui lomba inovasi alat peraga, para guru menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif. “Inovasi para guru adalah bukti kalau pendidikan bisa menyentuh hati. Mereka tidak hanya mengajar, tapi juga menginspirasi,” lanjut Maryono, sembari memberikan apresiasi kepada para guru yang menciptakan karya edukatif yang membumi.
Maryono menambahkan, lomba GPBLHS ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana kolaborasi antarsekolah serta perluasan praktik baik di bidang pendidikan lingkungan. “Saya yakin, dari lomba ini akan lahir ide-ide baru, langkah-langkah konkret, dan semangat yang terus menyala demi Kota Tangerang yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, lomba GPBLHS tingkat Kota Tangerang tahun ini diikuti oleh 15 SD dan 9 SMP, masing-masing mengirimkan tiga siswa untuk mata lomba Penerapan Ramah Lingkungan Hidup (PRLH) serta delapan guru SD dan tujuh guru SMP untuk mata lomba Inovasi Alat Peraga Lingkungan.(rls)

