
Tangerang, — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mencatat lonjakan signifikan dalam produksi Refuse-Derived Fuel (RDF), yang kini telah mencapai total 116 ton sejak awal tahun. Hasil produksi tersebut telah dikirimkan ke PT Solusi Bangun Indonesia untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif dalam proses produksi industri semen, menggantikan batu bara. 24/6/2025
Baca JUga
- Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923,2 Triliun dan Serap 5,49 Juta Tenaga Kerja
- Gangguan Sarana Kereta, Tujuh Perjalanan KRL Bogor–Jakarta Dibatalkan
Wawan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, menyampaikan bahwa produksi RDF mengalami peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bahkan, pada awal Juni ini, volume penjualan RDF tercatat dua kali lipat lebih besar dari bulan lalu.
“Kami berhasil mencatat peningkatan produksi secara luar biasa. Ini menjadi indikator keberhasilan pengolahan sampah sekaligus upaya transisi menuju energi berkelanjutan di Kota Tangerang,” ujar Wawan, Selasa (24/6).
Ia menambahkan bahwa Pemkot berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas produksi RDF demi mendukung ekonomi sirkular di daerah tersebut. RDF dinilai memiliki dampak besar dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing.
“Pemanfaatan RDF menjadi solusi konkret dalam pengelolaan sampah dan energi, serta upaya nyata menuju kota yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.(Gelael)

